HAMPIR satu setengan tahun musisi sekaligus penulis lagu, Feby Putri tidak merilis karya baru, kini ia muncul dengan single bertajuk Cahaya. Single ini bercerita tentang pengharapan, sebuah proses pencapaian dalam perjalanan hidup dimana Feby mengandaikan harapan adalah sebuah cahaya yang ada dalam diri setiap orang.

Sepertikekuatan yang entah datang dari mana, tanpa kita sadari, bisa mendorong untuk tetap yakin ataupun bertahan dengan kemampuan yang dimiliki.

"Sampai aku juga beberapa kali merasakan itu. Geram, kecewa, menangis, tapi gak bisa kemana- mana, dan padaakhirnya kita terang benderang dengan sendirinya, bersama prosesnya yang membanggakan," kata Feby.

Cahaya adalah lagu Feby Putri yang ketiga sejak pertama kali melesat dengan debutnya, Halu. Awalnya, lagu ini muncul ketika Feby mendengar sang kakak memainkan sebuah notasi dengan gitar, terdengar merdu di telinganya. Tak mau menyia-nyiakan waktu, segera Feby Putri menuliskan lirik untuk lagu itu, sehari selesai.

Kemudian masuk studio untuk menuntaskan segala proses rekaman, akhirnya terbitlah lagu Cahaya yang bernuansa haru tetapi membangkitkan semangat. Setelah lagunya rampung, PR berikutnya adalah video klip yang dari proses diskusi panjang bersama timnya, diputuskanlah bahwa perjuangan seorang atlet bisa mewakili lagu Cahaya.

Bagi Feby banyak orang merasa kehidupan atlet itu nyaman, dibiaya oleh pemerintah, kehidupan yang layak, bisa pergi kesana kemari, tetapi orang itu lupa bahwa ada proses panjang untuk mencapai itu semua, dicaci maki, kalah, cedera, kecewa, capek, dan lagi tak semua cabang olahraga mendapat perhatian lebih.

Jadi secara garis besar mereka melalui semuanya yang kadang kalah, kadang menang, kadang kalah lagi, tetapi satu hal dari mereka tetap tekun meraih kemenangannya kembali dan itulah 'cahaya' yang dimaksud Feby.

Kekuatan yang muncul dari dalam diri sendiri. Sebagai bentuk apresiasinya terhadap perjuangan para atlet, Feby menggandeng seorang atlet timnas gimnastik Indonesia, Rifda Irfanaluthfi sebagai talent video klip.

"Aku senang melihat setiap gerakan senam yang tidak monoton dan olahraganya berkaitan dengan seni, dan kebetulan pas kami riset, ada atlet senam yang bernama Rifda Irfanaluthfi yang ternyata kisah dia sangat tergambarkandengan lagu ini. Bagaimana saat dia berjuang dari awal, dan bagaimana cara dia memaknai hidup," ujar Feby.

Rifda sendiri sudah menggeluti olahraga senam ini sejak usia enam tahun, kini usianya sudah 21. Banyak pengalaman berkesan sudah dilalui, dari cedera meniskus sampai dilarang bertanding karena masalah pribadi.

"Saya harap penonton bisa melihat sebagian kehidupan atlet di sini, juga perjuangan seorang atlet dalam menghadapi hari-hari yang berat, contohnya: cedera, hopeless, kecewa dan lain-lain tapi di samping itu ada hasil yang didapat," kata Rifda.

Olahraga senam bisa dikatakan salah satu cabang olahraga yang minim apresiasi. Misalnya saja, seberapa banyak dari kita yang tahu bahwa ada atlet yang bernama Rifda Irfanaluthfi pernah berlaga di World Championship 2015 di Glasgow, Skotlandia dan World Championship 2019 di Stuttgart, Jerman?

Itulah mengapa, lagu Cahaya Feby persembahkan buat para atlet, khususnya dari cabang olahraga yang kurang mendapatkan apresiasi. Sebagai seorang penyanyi, ini adalah hal yang setidaknya bisa ia lakukan untuk menunjukkan dukungannya secara langsung. Tetapi tentu saja, namanya juga lagu bisa diinterpretasikan dengan bebas oleh pendengarnya.

"Di sini aku tidak melulu mengklaim bahwa lagu ini harus diartikan sebagaimana musik videonya, karena aku membuat lirik yang maknanya luas," kata Feby.

Video kilp 'Cahaya' dikerjakan Feby bersama salah satu rumah produksi yang berlokasi di Jl. Intan Ujung, Cilandak Barat bernama Araloka Studios.