Waiting Room Rilis Ulang Album Propaganda Secara Digital

 


SETELAH merilis ulang album penuh Buayaska secara digital, unit ska-core legendaris tanah air Waiting Room kembali merilis album keduanya bertajuk Propaganda dalam format digital. Album tersebut memilih Satu Dunia sebagai jagoan yang kental dengan karakter funk.

Dialbum ini merupakan bagian progresi perjalanan musik Waiting Room dari konsep Ska-Core ke arah teritori Funk, Hip-Hop dan Rock. Selain konsep, ada perubahan signifikan diformasi personil, dimana Eka Annash yang menjadi vokalis band ini mengundurkan diri untuk melanjutkan pendidikannya ke Australia dan digantikan oleh Suryo Nano yang juga sahabat dari Lukman.

Format dua vokalis tetap menjadi andalan utama Waiting Room dimana album ini mengadaptasi karakter Hip-Hop, rapping bersahutan antara Lukman dan Nano.

Dengan keluarnya Eka yang digantikan Nano dan kurangnya personel pada posisi drum, akhirnya Irfanno mengajak Akbar yang masih menjadi drummer Betrayer untuk bergabung. Setelah Akbar resmi menjadi personil WR, Juan sang gitaris pun hengkang karena fokus menyelesaikan kuliahnya sambil bekerja di sebuah label rekaman. Akhirnya Dadi masuk menggantikan Juan dan disusul Giox untuk memainkan perkusi.

Walaupun tidak tergabung lagi, Juan Rosyid dan Eka Annash masih berkontribusi dibeberapa lagu Waiting Room, seperti Satu Dunia dan Brand New Skin. Kedua lagu tersebut ditulis oleh didukung dengan lirik lagu yang ditulis Eka dan suara gitar dengan nuansa funk yang diisi oleh Juan. 


Album ini dikerjakan sepanjang 1999 di Studio 18 milik Levi, bassis band The Fly dan dirilis oleh Independent Records, sub-divisi label Aquarius Musikindo. Dengan formasi tetap yang digawangi Buluk, Nano, Irfanno, Ibob, Dadi, Giox dan Akbar, akhirnya Waiting Room dapat merampungkan dan menyelesaikan keseluruhan Lagu dengan budget promo dan pemasaran lebih besar.

Album ini juga sukses membawa Waiting Room ke publik yang lebih luas dan membuat mereka menjelajahi panggung dan tur skala lebih besar. Penggemar Waiting Room kini sudah bisa menikmati album Propaganda diseluruh platform music digital.


Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes