Mendung Tanpo Udan Tour, Kukuh Prasetyo Kudamai Sambangi Purwokerto


MENDENGAR lagu Mendung Tanpo Udan sejatinya tidak bisa lepas dari sosok Kukuh Prasetyo Kudamai yang memang menjadi pencipta dan juga penyanyi asli dari lagu tersebut. Berbagai keinginan dari seniman asal Yogyakarta inilah yang akhirnya memutuskan untuk melakukan tour ke berbagai kota dengan harapan dapat bersilaturahmi bersama orang-orang yang kotanya dituju.

Purwokerto menjadi kota yang disinggahi Kukuh Prasetyo melalui Kudamai Mendung Tanpo Udan Tour dengan mengambil Nicetime Cafe sebagai tempat yang dituju pada Selasa (17/5/2022) malam lalu.

Senang sekali saya bisa ke Purwokerto yang selama ini hanya singgah saja di stasiun. Banyak rekan saya yang akhirnya bisa saling sapa," kata Kukuh kepada acarakita.net, Selasa (17/5/2022) siang usai melakukan sound check di Nicetime Cafe Purwokerto.

Selain itu, lanjut dia juga sebagai persiapan untuk album baru yang bila sesuai rencana akan dikeluarkan akhir 2022 ini, serta lebih memperkenalkan Kukuh Prasetyo Kudamai melalui buku yang baru saja diterbitkan berjudul Mendung Tanpo Udan.

Beberapa lagu dihadirkan dalam kemasan cakram padat yang juga terdapat dalam buku tersebut. Beberapa alasan menjadi pemicu Kukuh Prasetyo yang akhirnya memberanikan diri merilis fisik, salah satunya bila hal buruk terjadi dan membuat jejak digital akhirnya hilang semua, tidak dengan fisik yang masih bisa diperdengarkan dan dinikmati.

Dalam pertunjukannya di Nicetime Cafe Purwokerto, Kukuh ditemani Orkes Kudamai yang menurutnya memberi energi positif dalam berbagai penampilan yang selalu ia hadirkan. Lagu yang juga ada dalam gerai musik digital seperti Udan Tanpo Mendung, Udane Ora Roto, serta Mendung Tanpo Udan dihadirkan secara apik.

Dari atas panggung, ia juga menceritakan dari mana ide dari lagu yang akan dibawakan termasuk Mendung Tanpo Udan yang viral. Menurut dia, lagu Mendung Tanpo Udan diciptakan saat dirinya tidak lagi bekerja di production house karena pandemi namun harus tetap bertahan.

Karena saya harus bertahan hidup di Jakarta dengan tidak lagi bekerja, akhirnya membuat lagu itu yang juga dapat menghidupkan banyak musisi di tanah air karena membawakan lagu tersebut. Inilah Mendung Tanpo Udan," ujar Kukuh dari atas panggung.





Selain dari lagu-lagu di album yang juga dibuatkan buku, Kukuh juga membawakan sebuah lagu yang rencananya akan ada di album selanjutnya. Namun, ia belum menemukan judul dari lagu tersebut dan hanya menggunakan inisial P S W T M B R.

Kurang lebih pukul 24.00 waktu setempat, Kukuh menyelesaikan pertunjukan dengan istimewa. Ia berharap untuk album-album selanjutnya dapat kembali mengunjungi Purwokerto dengan atmosfer yang lebih menyenangkan.


Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes