Kolaborasi iKonser dan Heartcorner Collective Harapkan Pengarsipan Karya


SEBUAH acara sharing dan screening session garapan iKonser yang berkolaborasi dengan Heartcorner Collective terselenggara pada Rabu (19/1/2022) malam lalu di Etnik Coffee Purwokerto. Sebuah acara yang membahas tentang pentingnya pengarsipan, baik karya maupun pertunjukan dan berbagai konten kreatif lainnya.

Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya, membuat sharing konten dapat lebih dalam membahas materi. Sesuai judul yang diangkat, Rekam Skena yang fokus pada pengarsipan oleh skena tersebut dibedah habis oleh Kiki Pea, Wiman Rizkidarajat, serta Yanuadi Unggun yang baru saja menggarap pengarsipan dari pertunjukan band Senyawa.

Pengarsipan menjadi sangat penting ketika proses tersebut dilakukan oleh pelaku di dalam skena itu sendiri," kata Kiki Pea ditengah sharing yang sedang dilakukan.

Acara yang dimoderatori oleh The Agvs ini menjadi semakin penting ketika iKonser mengajak berbagai pihak, termasuk Heartcorner Collective untuk berjejaring mengarsipkan hal yang beberapa tahun kedepan menjadi sesuatu yang pasti akan sangat berharga. Kiki Pea yang mempunyai latar belakang jurnalis menyebutkan, pengarsipan ini akan dimulai dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Bicara tentang pengarsipan, Heartcorner Collective sejatinya sudah pernah melakukannya beberapa kali dan salah satunya Record Store Day 2015 silam dengan mendokumentasikan mereka yang 'berjasa' atas perkembangan rilisan fisik di Purwokerto pada khususnya. Pendokumentasian tersebut yang ditayangkan ditengah acara sebagai bahan diskusi antara narasumber dan pengunjung yang datang.

Wiman yang juga seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Purwokerto menyebutkan, dalam mengarsipkan data musik di Purwokerto pada khususnya seperti yang dilakukan Heartcorner Collective mendapatkan jalan buntu berupa pasar yang silih berganti. Menurutnya, adanya perguruan tinggi negeri di Purwokerto sudah pasti ada keuntungan dan kerugian dalam pengarsipan.

Disini banyak pendatang yang akhirnya ada akulturasi budaya. Saat pasar mulai terbentuk, banyak dari mereka yang wisuda dan kembali ke kota masing-masing yang akhirnya pasar yang sudah tercipta kembali seperti semula," kata Wiman.

Meski begitu, bukan berarti untuk pegiat seni lokalnya tidak berbuat apapun dan hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertunjukan yang digagas oleh pegiat seni lokal tersebut. Wiman menyebutkan dengan adanya event hybrid Saba yang digagas oleh Heartcorner Collective,  Voicehell dengan berbagai eventnya, dan banyak lagi sudah pasti menjadi pergerakan tersendiri, tapi akhirnya semua kembali ke pasar yang menentukan.



Selain oleh ketiga narasumber, banyak hal yang disampaikan dalam acara yang dimulai pukul 19.30 WIB sampai menjelang tengah malam, salah satunya dari tim Minggu Produktif yang turut hadir. Apa yang mereka sampaikan, sejalan dengan apa yang sudah dijelaskan para narasumber seperti pentingnya pengarsipan dan 'biasanya' pengarsip adalah mereka yang turut andil dalam pergerakan.

Seperti judul dari acara ini yakni iKonser Berjejaring, goal dari sharing dan screening session ini adalah berjejaring dan saling berkomunikasi untuk dapat mendokumentasi dan mengarsipkan pertunjukan. Harapannya dari pengarsipan tersebut, dapat tayang di iKonser Channel 459 SD / 949 HD.
Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes