MESKI terjegal oleh pandemi, tidak membuat band asal Jakarta yang menyebut diri dengan Paddle Puss tidak berkaya. Hal tersebut dibantahkan dengan dirilisnya debut singlenya bertajuk Trippin Alone, Jumat (20/11/2020) lalu. Single tersebut juga sebagai bahan bakar awal untuk menghadirkan suasana baru dan memperkaya ragam musik tanah air.

Band yang beranggotakan Izhar Rasyid pada vokal, M Sabilurrosyad pada drum, Bariqi Ramadhan dan Fachri Wahyudi pada gitar, Rivo Alif pada keyboard, dan Asta Punta pada bass sebelumnya merupakan personil dari grup band yang berbeda. Kemudian Paddle Puss lahir ketika keenam dari mereka memutuskan untuk melebur dibawah satu entitas.

"Kami coba mewakili keresahan dewasa muda saja, yang mulai galau oleh hidupnya ketika sudah lulus sekolah, mencari kerja susah, dituntut ekspektasi sana-sini," kata bassis Paddle Puss, Asta Punta melalui press release yang diterima acarakita.net, Sabtu (21/11/2020) lalu.

Sedangkan, lanjut dia kawan yang dulu berjuang dan main bersama dan selalu ada, sekarang rasanya hidupnya sudah jauh didepan. Sedangkan, ia merasa masih begini saja. Jadi menurutnya, Paddle Puss ini mencoba merepresentasikan keresahan di usia dewasa muda jelang quarter-life crisis.

Mengenai Trippin Alone, tampaknya ini lahir dari rutinitas Paddle Puss sendiri dimana kebanyakan dari personilnya sedang dilanda keresahan yang sama hingga mereka tuangkan menjadi karya. Pasalnya, Trippin Alone pun merupakan trek pembuka dari materi EP bertajuk Wendy, sebuah minialbum tentang penolakan atas kedewasaan yang akan rilis 2021 mendatang.

Mengenai proses rekaman, Trippin Alone direkam di studio milik Eko yang tidak lain merupakan personil band lawas, Bunglon yang kemudian melalui proses mixing dan mastering di Palmhouse Studio oleh Rundu Jarot Talenta. Kendati cenderung 'gelap' secara lirik, Trippin Alone merupakan materi Paddle Puss yang terbilang playful, bebas dan fun.