MUSISI senior tanah air, Rull Darwis dikabarkan merilis single bertajuk Sunset Before the Sunrise sebagai persiapan sebelum rilis album ketiga. Yang menarik disini, Rull Darwis berkolaborasi dengan Monica Hapsari sebagai penulis lirik. Perilisannya ini juga melengkapi album sebelumnya yang bisa dinikmati masyarakat sejak April 2018 lalu.

Selain Monica Hapsari yang juga mengisi vokal serta synth dalam single ini, beberapa rekan musisi lain juga dilibatkan dalam proses produksi rekaman seperti Adrian Yunan (vocal), Michael Felisanvs (vocal, electric guitar), dan juga Ganesha Wibisana (vocal harmony).

Single berdurasi 2:52 ini memiliki cerita yang dalam. Melalui press release yang diterima acarakita.web.id diceritakan, pada suatu masa, bumi mengalami destruksi. Diturunkanlah suatu situasi dimana kita semua harus belajar tahu diri. Namun, sejatinya Jagad tidak pernah berniat jahat.

"Jagad hanya bergerak berdasarkan rotasi. Hanya serangkaian rantai aksi reaksi. Bagai siklus matahari, Terbit hanya terjadi setelah malam mencapai tingkat gelap yang tertinggi," kata Rull Darwis.

Disitu juga dijelaskan, terbit yang sejati tidak pernah mungkin terjadi tanpa terbenam yang mendahului. Selama ini kita berfikir bahwa bahagia adalah meniadakan perih. Tidak pernah akan lahir bahagia yang sejati, jika kita mengingkari remuk, hancur dan ngilunya hati ini.

Namun ketika kita sudah melakukan segala cara untuk melawan dan bertahan, ada kalanya, pasrah adalah cara melawan yang paling hakiki. Pasrah bukan menyerah, pasrah adalah mengakui bahwa kita sejatinya tidak pernah pegang kendali. Sebuah pengakuan dan kesadaran, untuk merendahkan batin.

Ketika selama ini, aksi kita memikirkan diri sendiri telah membuahkan hasil yang keji, kini kita dipaksa untuk bersatu dalam empati. Seluruh manusia di bumi, kita sesungguhnya tidak pernah terpisah. Lebur lah hati, leburlah perbedaan, leburlah sifat mengutamakan diri sendiri.


"Ini adalah sebuah tribut, untuk kehancuran diri. Untuk dunia baru, berlandaskan empati, yang lebih lestari," ujar dia.

Sebuah tribut dan rasa terimakasih kepada kegelapan terbenamnya matahari, untuk mencapai terbit yang sejati. Karya dari Rull Darwis ini sudah dapat dinikmati terhitung Kamis (2/7/2020) di semua platform digital.