SETELAH diresmikan pada awal 2020 lalu, Luminor Hotel Purwokerto melanjutkan agendanya dengan pengambilan foto untuk profile company hotel dengan menggandeng Abror Rizki yang merupakan fotografer kawakan dan juga fotografer pribadi Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono selama hampir 15 tahun.

Abror rizki yang sudah menggeluti dunia fotografi sejak tahun 1986 juga merupakan mantan wartawan selama kurang lebih 14 tahun sebelum ia menjadi fotografer pribadi Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya merasa tertantang untuk mengerjakan proyek ini dimana hotel ini memiliki bangunan dan desain yang unik serta modern," katanya.

Ia menyebutkan, spot terbaik dari Luminor Hotel Purwokerto ada pada area Lobby yang sangat artistic dan megah, terdapat tangga melingkar sebagai icon. Pengambilan gambar dimulai dengan pengambilan foto kamar yang terdiri dari 97 kamar dengan 3 type kamar yakni deluxe, excutive dan suit.

Setiap kamar diambil gambar dengan sangat detail dan angel serta pencahayaan yang pas. Untuk type kamar suit yang paling istimewa karena terdapat bathub dan disetting dengan taburan mawar merah untuk proses foto, cocok untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Untuk resto, lobby, pool dan beberapa eksterior hanya bisa diambil saat menjelang sore hari.

Menurutnya, itu salah satu tingkat kesulitan karena beberapa spot sangat indah untuk pengambilan gambar sore hari, dan tidak bisa dalam waktu yang bersamaan. Sehingga ia membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan semua spot foto agar hasilnya maksimal.

Ia pun berbagi tips untuk menjadi fotografer yang baik dan dapat menghasilkan karya-karya fotografi yang bagus. Abror menjelaskan, dulu belajar dari membeli berbagai macam majalah dan buku, mencari referensi pengambilan angel dan pencahayaan yang bagus seperti apa dan ilmu fotografi lainnya.

Sekarang, lanjut dia lebih mudah karena sudah banyak di internet ataupun media sosial. Tidak perlu dengan kamera yang mahal, kamera handphone pun sekarang sudah bisa untuk menghasilkan foto bagus, tinggal belajar untuk pengambilan angel saja.

Ia sudah mengabadikan berbagai foto dari perjalanannya ke 43 negara dan 34 provinsi di Indonesia. Jepretan kameranya akan terus menghasilkan karya-karya terbaik, karena menurut dia tidak ada kata pensiun untuk seorang fotografer.