TIAP penyelenggara acara profesional atau event organizer (EO) pasti ada kunci sukses tersendiri dalam menjalankan project yang dikerjakan. Kunci tersebut yang nantinya menjadi pedoman utama supaya kelangsungan dari event yang sedang akan dijalankan tersebut berhasil.

Kang Pipin yang merupakan pimpinan dari PT Portal Kencana Mulia memberikan 4 kunci sukses sebuah EO dalam menjalankan project eventnya.

Kehendak Tuhan Yang Maha Esa
Yang utama dalam penggarapan event sudah dipastikan berkehendak kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diharapkan tidak terjadi force majeur atau kejadian yang tidak terduka dalam sebuah event. Hal ini menjadi penting mengingat semua kejadian sudah menjadi rencana yang kuasa, dan manusia sebagai mahluknya hanya bisa berusaha.

Finansial
Kekuatan dari keuangan menjadi kunci sukses selanjutnya dalam project event yang sedang dan akan berjalan, karena dengan keuangan yang sehat maka event yang akan berlangsung juga menjadi lebih aman. Dari kekuatan finansial tersebut tinggal bagaimana mengolahnya supaya tetap sehat untuk event selanjutnya.

Sumber Daya Manusia
Pemilihan sumber daya manusia tentu tidak sembarangan, attitude menjadi pegangan utama supaya event yang ada tetap dalam rencana. Sumber daya manusia disini juga melibatkan banyak tahapan seperti planning, operating, actual, dan yang tidak kalah penting yakni controling.

Dalam planningnya sendiri juga terdapat sumber daya manusia yang memahami konsep, bagaimana caranya goal dari event yang dikerjakan sesuai dengan objective brand yang dibawa dari client. Karena itulah sumber daya manusia disini yang akhirnya menjadikan event berjalan dengan baik secara nyata.

Koordinasi
Akan sangat berbahaya bila koordinasi antar lini tidak berjalan dengan baik, oleh karena itu koordinasi antar sumber daya perlu dipertegas. Antar tim yang bekerja harus jelas, tim dengan client juga tetap terjaga, dan yang tidak kalah penting yakni koordinasi tim dengan pihak terkait seperti pemangku kebijakan wilayah venue tempat berlangsungnya event.

Jangan sampai karena kurang koordinasi, menjadikan event berantakan apalagi bila sampai berhenti ditengah berjalannya event karena kurang koordinasi antara penyelenggara dengan pemangku kebijakan wilayah seperti misalnya dengan kepolisian.