GELARAN musik bertajuk Hellprint yang diadakan Minggu (8/12/2019) di Lapangan Pussenif PPI Bandung tidak lagi hitam, karena dalam acara yang mengusung Festival Super Music Uni7ed Day lebih berwarna dan menyatukan band lintas genre. Puluhan band dan musisi kenamaan pun turut meramaikan acara yang sudah memasuki tahun ketujuh ini.

Kendati hujan sempat mengguyur tempat acara, tidak menyurutkan minat kawula muda Bandung mengikuti jalannya acara hingga usai. Yang menarik, event kali ini hadir mengusung konsep festival sesungguhnya. Di mana tiga panggung berukuran besar berdiri bersebelahan, menampilkan talent berbeda. Terkadang antara satu band dengan band lainnya tampil bersama, berbeda panggung.

Di bagian tengah, ada stage yang berdiri megah bernama United Stage yang menampilkan My Beloved Enemy, Tekad, Godplant, OT 09, Stand Here Alone, Jeruji, Mooner, Jasad, Scimmiaska, Burgerkill, Seringai, Pee Wee Gaskins, Jason Ranti, Chintya Gabriella, Dinar Candy, dan Feel Koplo.

Disamping kanannya ada Noise Stage yang menampilkan Litium, Rosewood, Fiction of Revenge, Glamglory, Supercharger, Under Cadaver, Annabelle, Killa The Phia, Humilation, Dead With Falera, XTAP, Turbioity, Beside, Nectura, Revenge The Fate, Mesin Tempur, Indahkus, Juicy Luicy, Kabut Salju, dan Lizzie.

Panggung lain ada Rawk Stage yang menampilkan Captivate, Better Season, Panglima, Nadzar, Baskatic, Disobey, Kingdom, Polkadots, Sharkbite, Fraud, Stereowall, Kudeta, Alone At Last, Marjinal, Asep Balon, Rosemary, The Panturas, Tashoora, Mustache and Beard, dan Syarikat Idola Remaja.

"Ada puluhan band yang tampil pada Hellprint tahun ini, dan 36 grup band diantaranya belum pernah tampil di festival ini. Mereka datang dari Sumatera seperti Aceh, Samarinda, Bali, dan grup band di Pulau Jawa," kata Promotor Hellprint, Dany Taufik Kurniawan atau akrab disapa Kajul.

Menurutnya, Hellprint United Day 2019 ini mengusung konsep berbeda. Kali ini tak hanya menampilkan grup band metal, tetapi juga non metal dari berbagai genre. Tujuannya, memberi warna berbeda bagi setiap penonton. "Biasanya grup band yang tampil, beraliran metal semua, tetapi ini kami hadirkan band yang sedikit slow. Mereka kami hadirkan malam hari. Kami ingin semua musik indie bersatu, tidak ada lagi terkotak-kotak," ujar dia.

Event malam ini, lanjut Kajul merupakan puncak dari rangkaian Hellprint United Day 2019 yang digelar di 16 kota. Namun untuk konsep puncak, tahun ini hanya digelar di Lapangan Pussenif, Kota Bandung.

Perwakilan Super Music.Id Bandung Kota, Danial Andre mengatakan, SuperMusic.Id Hellprint United 7 Day: Local Music merupakan festival yang digelar untuk mengakomodir semua musisi di Tanah Air.

Event ini menggabungkan semua genre, dengan harapan semua kalangan bisa menikmati festival tahunan ini. "Bila tahun sebelumnya ada konser tour ke beberapa daerah, tahun ini Hellprint hanya dipusatkan di Bandung. Harapan kami, ini menjadi puncak pestanya musisi indie," katanya.

Dia pun mengaku cukup puas dengan antusiasme penonton yang memadati lapangan PPI. Sejak siang hingga malam, penonton terus berdatangan. Mereka bahkan datang menyesuaikan jadwal manggung idolanya.

Super Music, kata dia, berusaha memenuhi keinginan semua pencinta musik, dengan menghadirkan event berkualitas. Pada festival Hellprint 2019, pihaknya membuat beberapa perubahan seperti pada merchandise dan aktivitas penunjang acara.