MESKI baru terbentuk pada Januari 2019, Getar tidak ingin mengulur waktu dalam proses kreatif. Dengan formula dasar konsep skema musik hardcore yang dipadukan dengan racikan black dan post-metal, band asal Purwokerto ini dengan intens mengolah materi untuk debut album pertamanya.

Sebuah langkah yang cukup optimis melihat terhitung belum sampai 10 gigs yang melibatkan unit blackened hardcore ini. Belajar dari pengalaman terdahulu dimana beberapa band dalam skena lokal terlalu fokus pada live performance berakibat pada penggarapan album dan dokumentasi karya menjadi terhambat, atau bahkan tidak terealisasi. Hal tersebut dialami secara personal oleh beberapa anggota Getar dengan pengalaman band terdahulunya.

Getar beranggotakan Krisna Suh Sasomo dan Paulus Aji Nugroho pada gitar, Farobi Fakhturridho pada drum, serta Rizky Hardiansyah Sanadi dan Rio Wijaya pada bass dan vokal. Dengan rilisnya single Architect of My Own Ruins dalam bentuk music video ini merupakan bentuk penetrasi awal mereka memasuki industri musik yang lebih serius.

Lagu yang berdurasi 3:16 menit ini nantinya akan masuk dalam album penuh dengan label 'Bakemono' yang akan segera muncul dalam waktu dekat. Dalam proses produksi music video tersebut Getar dibantu oleh Elfrida Nadya Nathasya dari Teater Margin sebagai talent dengan arahan langsung dari Krisna Suh Sasomo dan Rizky Hardiansyah Sanadi, video tersebut dianggap sebagai intepretasi konten lirik Artchitect of My Own Ruins dalam bentuk lakon teater yang melengkapi elemen visual dari single ini.


Architect of My Own Ruins merupakan kepingan fragmen dari rangkaian fragmen utuh yang tersusun secara paralel dalam konten album. Sehingga sudut pandang dan tafsir lirikal yang tertuang dalam single tersebut akan lebih utuh dimaknai setelah mendengarkan 'Bakemono'.