TAHUN ini, Cherrypop berusia lima tahun dan belum terlalu tua untuk disebut mapan, namun cukup panjang untuk menyadari bahwa festival adalah peristiwa yang selalu hidup dari orang-orang yang datang mengisinya. Karena itu, Cherrypop 2026 mengusung tema Repelita Musik, yaitu singkatan dari Rekreasi, Peristiwa, dan Lima Tahun. Tema yang terdengar sederhana, tetapi lahir dari perjalanan yang tidak selalu sederhana.
Bersamaan dengan itu, Cherrypop juga berpindah ke kawasan Candi Prambanan. Sebuah ruang yang lebih lapang, tempat musik bisa berbaur dengan langit sore, rerumputan, dan langkah-langkah orang yang berjalan tanpa tergesa. Sebab festival yang baik tidak meminta pengunjung terus berlari dari satu panggung ke panggung lain. Ia memberi ruang untuk berhenti, duduk, mengobrol, lalu kembali menemukan alasan mengapa mereka datang.
Rekreasi, bagi Cherrypop adalah cara paling sederhana untuk mengingat bahwa hidup tidak selalu harus dipenuhi pekerjaan dan tenggat waktu. Kadang seseorang hanya membutuhkan dua hari untuk mendengar musik bersama ribuan orang asing, lalu pulang dengan hati yang terasa sedikit lebih riuh.
Festival juga adalah sebuah peristiwa. Musik hanyalah awal dari berbagai kemungkinan. Orang-orang bertemu, percakapan dimulai, komunitas saling menemukan, gagasan lahir tanpa direncanakan. Tidak sedikit cerita yang justru dimulai ketika lagu terakhir selesai dimainkan.
Lima tahun bukan garis akhir. Ia hanyalah penanda bahwa perjalanan ini telah melewati cukup banyak musim, cukup banyak wajah, dan cukup banyak kenangan untuk dipercaya akan terus berjalan. Cherrypop tumbuh bersama para musisi, komunitas, mitra, pekerja kreatif, dan ribuan penonton yang menjadikan festival ini sebagai bagian dari Lebaran Skena di hidup mereka.
Repelita Musik adalah cara kami melihat lima tahun perjalanan Cherrypop. Kami ingin festival ini menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi peristiwa yang mempertemukan banyak kemungkinan, dan menjadi awal untuk perjalanan yang lebih panjang," kata Creative Director Cherrypop, Arsita Pinandita.
Pada akhirnya, musik selalu lebih besar daripada suara yang keluar dari pengeras. Ia hidup di dalam percakapan setelah panggung selesai mencerlang, di foto-foto yang disimpan bertahun-tahun, dan di ingatan yang datang tiba-tiba ketika sebuah lagu diputar kembali.
Pada 22–23 Agustus 2026, Cherrypop mengundang semua orang datang ke Candi Prambanan. Bukan hanya untuk menyaksikan musik, melainkan untuk menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang, siapa tahu, akan terus mereka ceritakan bertahun-tahun setelah festival usai.
Jajaran penampil, program aktivasi, dan kolaborasi akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket tersedia melalui fasticket.id, sementara informasi terbaru dapat diikuti melalui Instagram @cherrypopfest.



