DUA solois muda berbakat yaitu Alvin Lapian dan Grace Kaitlin, resmi merilis karya kolaborasi perdana berjudul Memori, yang sudah dapat dinikmati di semua platform musik digital sejak Jumat (22/5/2026) lalu. Ditulis oleh komposer Resa Husin dalam waktu lima hari pada 2023 silam, Memori menceritakan kisah sepasang mantan kekasih yang kembali dipertemukan secara tidak terduga.
Pertemuan tersebut seketika membangkitkan kenangan-kenangan kecil yang tidak pernah berubah, mulai dari aroma parfum yang familiar, kaus hitam favorit, hingga gelang merah-biru di pergelangan tangan kanan. Lagu ini menyoroti bahwa meski sebuah hubungan telah usai, cinta yang tulus dan kenangan indah akan tetap tersimpan rapat di dalam hati, bahkan menyisakan harapan untuk kembali bersama jika takdir mengizinkan.
Dilagu ini, Roommate Project (Aldi Fachrobby dan Raymond Aditya) bertindak sebagai music producer. Aransemen lagu ini sengaja dibuat agar terasa personal dan dekat di telinga pendengar. Keindahan interpretasi liriknya semakin matang berkat arahan Mohammed Kamga selaku vocal director.
Memori ini menurutku tidak hanya tentang masa lalu, tetapi tentang dua orang yang pernah punya tempat spesial satu sama lain dan akhirnya dipertemukan kembali," kata Alvin dalam keterangan tertulisnya.
Tantangan terbesarnya, lanjut dia, adalah bagaimana menyampaikan rasa nostalgia yang personal ini tanpa harus terdengar meledak-ledak secara emosi, membangun chemistry dengan Grace dari workshop sampai rekaman pun terasa sangat mudah karena saling mengisi.
Grace Kaitlin pun merasa lagu ini akan sangat mudah terhubung (relate) dengan banyak orang. Kata dia, lagu ini berbicara tentang kebiasaan dan hal-hal kecil dari seseorang yang pernah dekat dengan kita, yang tetap sama dan selalu kita kenang.
Disutradarai oleh Gaby & David dari YOUKNOWWHOFILM, video musik Memori mengisahkan tentang Alvin dan Grace yang pernah berpacaran semasa kuliah, hingga terpaksa berpisah karena jarak. Bertahun kemudian, keduanya berpapasan secara tak sengaja di Jakarta dan menyadari bahwa satu sama lain tak pernah benar-benar berubah.
Video ini mengalir sebagai inner monolog keduanya, diselingi kilas balik kenangan indah yang selama ini tersimpan diam-diam. Melalui lagu ini, Alvin dan Grace berharap Memori dapat diterima dengan hangat oleh pencinta musik Indonesia dan menjadi ruang aman untuk mengenang masa lalu.



