Page Nav

HIDE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

//

Breaking News:

latest

Sempat Hujan di Sore Hari, Sal Priadi Berhasil Tutup Gelaran Jazz Gunung Slamet 2024

MESKI sempat diguyur hujan dan harus mengalami perubahan jadwal penampil, gelaran Jazz Gunung Slamet 2024 yang digelar Sabtu (11/5/2024) di ...

MESKI sempat diguyur hujan dan harus mengalami perubahan jadwal penampil, gelaran Jazz Gunung Slamet 2024 yang digelar Sabtu (11/5/2024) di Wana Wisata Baturraden tetap ramai pengunjung. Para penampil pun tetap maksimal dan berhasil membuat penonton sangat terhibur, meskipun waktu selesainya hingga tengah malam.

Sebenarnya sekitar pukul 15.30 waktu setempat, penampil pertama yakni Cresensia Naibaho sudah siap menunjukan aksinya, namun hujan melanda venue pertunjukan dan dipastikan merata hingga ke perkotaan di Purwokerto dan sekitarnya. Panggung tanpa atap yang intimate dengan penonton tidak dapat mempertunjukan sang penampil dan akhirnya seluruh peralatan musik dan sound diamankan.

Cukup lama waktu tertunda, penonton yang sudah ramaipun harus rela menunggu di pendopo yang juga dipenuhi beberapa tenant, mulai dari tenant merchandise resmi Jazz Gunung Slamet 2024, rilisan fisik dari Demajors Purwokerto, kerajinan dari Turaya, hingga sponsor yang menjadi lebih ramai.

Sepertinya hujan akan lama reda, kalo dilihat kondisi panggung memang tidak mungkin untuk tetap menggelar meskipun pihak penyelenggara coba berdirikan atap portable di beberapa posisi namun itu tetap tidak memungkinkan hingga melewati waktu maghrib.

Baru sekitar pukul 19.30 waktu setempat sound system mulai menyala dan Alit Jabang Bayi yang dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam acara tersebut mulai menyapa penonton yang sudah semakin ramai, memberanikan diri cari posisi ternyaman di depan panggung dengan mengenakan jas hujan yang sudah dibawa.

Akhirnya penampil pertama naik panggung, yakni Cresensia Naibaho dengan beberapa track list yang sudah dipersiapkan. Meski lama tampil mengalami pemotongan waktu, tapi tetap maksimal menghibur penonton yang sudah rela membayar demi menikmati suasana syahdu di tengah hutan Wana Wisata Baturraden, dilanjutkan dengan penampilan Borderline featuring Nita Aartsen.

Local heros perwakilan dari komunitas Jes Udu Purwokerto, yakni Langthiep and The Boyfriends tampil cukup mempesona dengan beberapa lagu populer serta karyanya sendiri.

Berlanjut dengan Mus Mujiono dan Ermy Kullit dengan hits populer lama, namun tetap banyak yang hafal daftar lagu yang sudah dipersiapkan musisi legendaris tanah air ini. Termasuk lagu Tanda-Tanda yang menjadi lagu penghujung dari musisi lawas tersebut.


Akhirnya, yang ditunggu tengah bersiap di backstage dengan penampilan teatrikal yang khas dari seorang Sal Priadi dan Dalam Diam menjadi track pertamanya di gelaran Jazz Gunung Series.

Senang sekali akhirnya bisa tampil di Jazz Gunung,dan ini penampilan pertama saya yang berharap dapat terus diajak di Jazz Gunung selanjutnya," kata Sal Priadi usai membawakan lagu pertamanya dari atas panggung.

Titik-Titik Di Ujung Doa menjadi daftar lagu kedua yang dibawakan pemilik nama asli Salmantyo Ashrizky Priadi diikuti oleh penonton yang turut serta bernyanyi, dilanjutkan dengan Zuzuzaza dan Dari Planet Lain.

Sepertinya Sal Priadi memang ingin benar-benar ingin memberikan penampilan terbaik, termasuk pada pemain musik dan dua penyanyi latar yang dibawanya. Dibuktikan dengan pesona penyanyi latar di lagu Yasudah dan Foto Kita Blur yang dipilih menjadi track kelima dan keenamnya.

Diatas panggung, Sal Priadi memberikan semangat untuk penonton yang berani ambil rumah dan sebuah lagu tentang rumah berjudul Kita Usahakan Rumah Itu jadi penyemangat. Dilanjutkan dengan Mesra-Mesraannya Kecil-Kecilan Dulu.

Penghujung penampilan, Sal Priadi menanyakan pada penonton siapa yang berulang tahun pada bulan ini dan suasana heboh tepat di depan panggung saat salah seorang penonton yang akan berulang tahun tepat 5 menit lagi saat Sal Priadi membawakan Serta Mulia untuk menutup penampilannya di Jazz Gunung Slamet 2024.