Page Nav

HIDE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

//

Breaking News:

latest

Suhu Dingin Bukit Bintang Berubah Panas Ketika The Panturas Ajak ABK Berlayar di Puncak

MESKI sempat hujan angin cukup kencang di Bukit Bintang, Baturraden ternyata tidak menyurutkan anak buah kapal untuk Berlayar di Puncak 2023...


MESKI sempat hujan angin cukup kencang di Bukit Bintang, Baturraden ternyata tidak menyurutkan anak buah kapal untuk Berlayar di Puncak 2023 yang menghadirkan The Panturas sebagai biang keramaian pada Jumat (17/3/2023) lalu. Selain itu, ada juga penampilan beberapa local heroes yang tampil sejak sore hari.

Bila sesuai rundown, performa para local heroes harusnya dimulai pukul 13.00 WIB namun harus tertunda hingga beberapa jam karena kondisi yang tidak memungkinkan, hingga akhirnya harus dimainkan saat cuaca sudah membaik sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Karena ada force majeur yang terjadi membuat dua rundown yang terdiri dari Stage Enjoy Sunset dan Stage Malam Berbintang pun tidak berjalan dengan semestinya. Beberapa performa yang seharusnya tampil untuk Stage Enjoy Sunset pun harus beralih ke Stage Malam Berbintang.

Beberapa penampil yang seharusnya tampil sore hari yakni Flawless, Eternal Desolator, Bunker, dan Modern Guns akhirnya dialihkan usai break maghrib. Sementara untuk Burnside, Yourface, Trailblazer, Time Is Over, Shorinji Fight, Rusa Liar, Polkadots, dan Teror Diri tetap tampil sore hari.

Untuk malam harinya, empat penampil terlebih dahulu tampil sebelum kembali dipanaskan oleh penampil malam seperti Pagi Yang Indah, Samara, dan The Panturas sebagai pemuncak acara. Satu persatu mulai memanaskan panggung yang dikawal oleh Ama sebagai host pada Berlayar di Puncak 2023, tidak ketinggalan para penonton dengan berbagai gaya untuk mengekspresikan diri.

Usai semua tampil dan menyisakan performa pamungkas yang ditunggu, banyak dari penonton yang awalnya berada di tribun akhirnya turun ke depan panggung bersiap menunggu kedatangan Abyan Nabilio, Surya Fikri, Bagus Patria, dan Rizal Taufik membawakan sederet lagu andalan mereka.

Dimulai dengan Angkat Jangkar dilanjut Tenggelamkan sebagai awal penampilan. Tidak menunggu waktu lama langsung digeber dengan Fish Bomb sebagai lagu kedua mereka yang tampil kali pertama di Purwokerto. Melihat antusiasme Anak Buah Kapal (fans The Panturas, red) Purwokerto yang sangat luar biasa, membuat mereka tampil dengan sangat enjoy yang dapat dilihat dari ekspresi masing-masing personil.

Jarak tidak lebih dari 3 meter tanpa barikade antara penonton dengan berbagai ekspresi dan personil The Panturas tampil, bahkan tidak menjadi masalah.

Terimakasih Purwokerto, ini kali pertama kami kesini dan tidak menyangka sambutan kalian benar-benar hangat meskipun Purwokerto ternyata dingin," kata Bagus Patria dari atas panggung.

Penampilan unit surf rock asal Jatinangor ini terus berlanjut dengan lagu-lagu mereka sendiri seperti Queen of the South, Jim Labrador, All I Want, dan Pergi Tanpa Pesan, disusul dengan lagu Sunshine dan Masalembo.

Sepertinya para ABK tidak sabar dengan lagu yang pernah membuat The Panturas masuk sebagai nominasi Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Alternatif Terbaik di penghargaan Anugerah Musik Indonesia pada 2021 lalu, yakni Tafsir Mistik. Langsung saja, single andalan tersebut dibawakan dan hampir semua penonton turut bernyanyi.




Usai mengajak semuanya melakukan Keprok Barudak, dua lagu terakhir dibawakan dengan penuh keringat. Gurita Kota dan Ombak Banyu Asmara menutup penampilan The Panturas di Purwokerto. Mereka berharap suatu saat bisa kembali lagi ke Purwokerto dengan semangat baru dan tentu saja lagu baru.

Dibelakang panggung, tidak segan mereka melayani para ABK yang ingin sekedar berfoto dan tanda tangan rilisan fisik serta playlist dengan ramah usai mereka istirahat.