Adventure Park, Album Kedua Kalabiru Tentang Trauma Masa Kecil


MENGINGAT kembali bagaimana permulaan unsur trauma, Kalabiru persembahkan album keduanya berjudul Adventure Park yang berisi 13 track pada Kamis (18/08/2022) lalu. Unsur trauma tersebut, dijelaskan Kalabiru dapat lahir dari beragam kisah yang komplek pada setiap individu dimasa kecil.

Adventure Park merupakan kiasan arti dari sebuah 'taman hiburan' yang diisi oleh bermacam wahana yang diinterpretasikan menjadi setiap lagu yang berada didalam album, sebuah perjalanan pendengar masuk ke dalam taman hiburan untuk menilik kembali akar sebab dari setiap permasalahan mental yang dihadapi oleh setiap manusia.

Kami sajikan warna progresif yang biasa diartikan dengan memiliki pergantian birama yang unik dan berubah-ubah pada setiap bagian maupun lagu," kata mereka dari press release yang diterima acarakita.net, Kamis (18/08/2022) sore.


Warna lain dialbum tersebut, tak lepas dari unsur psikadelia, Kalabiru tetap membawa unsur utama mereka dengan menggabungkan elemen jazz, rock, orkestra, bahkan metal pada salah satu track di album Adventure Park.

Dibalik dari ketukan dan warna musik pada album Adventure Park yang mayoritas disajikan dengan ceria, banyak kisah mendalam dan muram yang ditulis oleh Kalabiru sebagai penggambaran perubahan-perubahan mood, mental, pikiran, dan persona dari musik yang kompleks namun lirik yang sederhana seperti ditulis dan dinyanyikan oleh seorang anak kecil.

Adventure Park direkam di Strangest Studio, oleh Janu Rahadi sebagai recording engineer dan Gemilang Ramadhan sebagai mixing & mastering engineer. Faiz Aditya Rahman berperan sebagai pembuat artwork. Dengan ini, album Kalabiru, Adventure Park secara resmi bisa didengarkan pada layanan streaming pilihan.
Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes