Kolaborasi Wayang Kulit dan Dalang Jemblung Dalam Ruwatan Bumi Agung Ke-22


ADA yang menarik dari acara Ruwatan Bumi Agung ke-22 yang telah terselenggara pada Minggu (20/3/2022) Kliwon lalu bertempat di Padepokan Parukuyun, Ciburial-Dago, Bandung. Acara yang dimulai pukul 21.00 waktu setempat cukup mengundang antusias warga untuk sekedar menyaksikan pertunjukan kesenian nenek moyang.

Pertunjukan berupa kesenian tradisional dalang jemblung cukup membuat sebagian warga penasaran terkait apa yang akan ditampilkan. Ditambah dengan dihadirkannya perwakilan dari Kabupaten Banyumas untuk mengisi ruwatan tersebut.

Perwakilan yang dipercaya untuk mengisi yakni dari Pondok Buli Buli Sokaraja, serta Yayasan Surya Pusaka Nusantara.

Saya senang dan bangga dilibatkan dalam Ruwatan Bumi Agung ke-22 ini, semoga kesenian tradisional dalang jemblung khususnya juga dapat terus lestari," kata pegiat dalang jemblung asal Kabupaten Banyumas, Ki Agung Wicaksono.

Selain Ki Agung Wicaksono, ruwatan juga turut menghadirkan Ki Kabul Guno Carito dan juga Ki Tapak Singkir. Ada juga pemuka agama dan budaya di seluruh nusantara yang turut hadir meramaikan Ruwatan Bumi Agung ke-22 tersebut.


Ki Kabul Guno Carito yang merupakan dalang wayang kulit coba berkolaborasi dengan dalang jemblung Banyumasan yang diwakilkan oleh Ki Agung Wicaksono. Dalam penampilannya tersebut mengambil judul Rebutan Kudhi.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan dapat terus terjaga kelestarian pertunjukan seni wayang kulit dan tradisi dalang jemblung yang bisa disebut mulai terkikis oleh moderenisasi. Harapan lain, kolaborasi berbeda dapat terlaksana demi melestarikan budaya dan tradisi leluhur untuk dapat terus eksis ditengah era digital yang terus berkembang.
Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes