Cema Buktikan Eksistensi dan Konsistensinya Dengan Debut Album Being Okay

 

DEBUT album bertajuk Being Okay dihadirkan Cema sebagai bentuk keberanian dalam menyikapi perasaan yang telah dan tengah dialaminya. Album ini sekaligus sebagai penanda eksistensi dan konsistensi Cema selama setahun belakang di dunia musik.

Meskipun sedang dalam keadaan yang belum menentu akibat pandemi, hal tersebut tidak mampu mengurungkan niat Cema untuk terus melahirkan karya-karyanya, terlebih lagi dalam bentuk album. Setelah berhasil mengeluarkan 4 single sebelumnya, album penuh 'Being Okay' dihadirkan sebagai penutup dari tahun yang panjang.

Membuka tahun dengan Wish It Was You pada 1 Januari 2021, dan menutup tahun dengan Being Okay pada 31 Desember 2021 merupakan suatu bentuk simbolisasi filosofis dari Cema untuk menggambarkan perjalanannya di tahun 2021 yang dipenuhi dengan naik dan turun, serta maju dan mundur, dari banyak hal yang dialaminya, seperti karier, perasaan, hingga pertemanan. 

Penutupan tahun dengan perilisan album ini juga sebuah penggambaran mengenai awal dan akhir. Saya merasa bahwa segala sesuatu pasti akan memiliki akhirnya sendiri untuk dapat menemukan awal yang baru lagi," kata Cema.

Cema kerap menggambarkannya secara implisit dalam lagu-lagunya, bahwa kesedihan sejatuh apapun itu akan menemui ujungnya sebagai closure, hingga kita pasti akan menemukan titik baru sebagai pribadi yang kembali menjadi baik-baik saja, Being Okay.

Pemilihan 'Being Okay' sebagai judul album adalah salah satu cara dari Cema untuk mengatakan bahwa perasaan manusia tidak selalu baik-baik saja. Selalu ada perasaan-perasaan lain yang kerap mendominasi hati dan pikiran manusia, seperti kemarahan, kesedihan, kekecewaan, kehancuran, kecemasan, rasa bersalah, dan perasaan-perasaan manusia lainnya yang berlawanan dengan kata okay.

Being Okay, atau yang Cema artikan sebagai 'menjadi baik-baik saja' adalah upaya Cema dalam mengalahkan perasaan-perasaan buruk yang dirasakan dan dialaminya, bahwa setiap hal buruk pasti akan berakhir. Being Okay. Just like what John Lennon said, 'Everything will be okay in the end. If it's not okay, it's not the end'.

Sebagai album ini diisi oleh total 12 trek dengan lirik yang didominasi oleh cerita-cerita tentang kesedihan, patah hati, harapan akan cinta, perpisahan, permintaan maaf, dan juga pendewasaan diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Cema memilih gaya penulisan yang naratif dengan metafora-metafora serta penggambaran cerita yang ringan, namun tetap dengan gaya penyampaian pesan secara implisit.



Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes