Fase Denial Atas Hubungan Percintaan Yang Tidak Sehat Dari Indysellen Dalam Lagu Trap Me!


SEBUAH lagu bertajuk Trap Me! dihadirkan Indysellen sebagai single keduanya tentang fase denial atas hubungan percintaan yang tidak sehat. Hal tersebut disadari Indysellen sendiri sebagai penulis bahwa hubungannya sudah tidak berjalan dengan baik, namun dihantui kesulitan untuk melepaskan seseorang.

"Single baru saya ini diproduksi oleh Ongky Yosep dan Ngurah Bagus, yang ingin lebih menekankan pada layering vokal sebagai substitusi dari instrumen musik," kata Indysellen melalui press release yang diterima acarakita.net, Jumat (18/6/2021) pagi.

Ia menambahkan, penekanan tersebut diberikan sebagai sesuatu yang baru dari sound dirinya sebagai penyanyi solo. Lagu tersebut juga menawarkan tambahan layer-layer vocal pada kata-kata tertentu, ditambah dengan backing vocal yang rapat di bagian akhir yang akan terdengar seperti teriakan dari sebuah emosi, membuatnya memiliki ikatan yang jelas antara music dengan sisi keputusasaan dari cerita di baliknya.

Melanjutkan dari cerita disingle pertamanya yang berjudul The Night, single kedua ini mengangkat secara spesifik pengalaman berat Indysellen saat ia menjalani sebuah disrespectful relationship, yang menceritakan situasi dimana kekasihnya memiliki hubungan dengan orang lain berulang kali.

"Dan dengan rasa tidak bersalah orang tersebut akan selalu kembali, namun tetap mengulang kesalahan yang sama lagi dan lagi," ujar dia.



Trap Me! merupakan sebuah momen saat Indysellen merasa gila akan kekasihnya dan terjebak oleh perasaannya sendiri karena memiliki cinta yang terlalu dalam pada seseorang. Pada akhirnya ia lebih memilih untuk membiarkan dirinya terjebak dalam hubungan yang menyakitkan dibanding harus merelakan orang tersebut tidak berada dihidupnya lagi.

Keputusasaannya dibuat semakin terlihat jelas pada bridge, dimana ia menegaskan dengan lantang bahwa akan mengijinkan kekasihnya melakukan apapun, melakukan kesalahan yang berat sekalipun, asalkan ia tidak kehilangan orang yang dicintai.
Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes