SETELAH dua single dikeluarkan, Pemuda Gank Sadar (PGS) kembali merilis single ketiganya bertajuk Tekan Balung. Kali ini PGS mencoba sesuatu yang berbeda dari dua album sebelumnya dengan menambahkan sentuhan orkestra didalamnya, dengan begitu tema lagu yang sedih dan ambyar semakin terpadu dengan alunan musik yang megah.

"Kami berharap dengan hal yang baru tersebut, semua yang melihat klip kami di YouTube akan merasakan sesuatu seperti yang ada didalam lagu 'Tekan Balung' tersebut," kata pencipta lagu, Odhel melalui press release yang diterima acarakita.net belum lama ini.

Lagu ini, lanjut Odhel bercerita tentang seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta dengan seorang perempuan yang awalnya sang pria mengira perempuan tersebut masih single, namun tanpa disangka ternyata perempuan tersebut sudah bersuami. Hal tersebut yang akhirnya membuat sang pria merasa sakit hati dan akhirnya menjadi gila.

Menurut dia, video musik ini sangat luar biasa proses perjuangannya untuk mendapatkan hasil yang bagus meskipun ada personil yang tidak bisa inframe karena suatu kendala, sedangkan pembuatan video sudah terjadwal jauh hari yang mau tidak mau harus tetap jalan.

"Secara pribadi saya sangat puas dan semoga kedepannya bisa terus bekerjasama untuk proses kedepan dengan yang sudah terlibat seperti Icko Yuw, Jepi Pahlevi, Femi Beauty House, dan semuanya yang tidak bisa disebut satu persatu," ujar dia.

Gitaris PGS, Joe menyebutkan bila berbicara tentang spirit dirinya merasa fighting yang berbeda dimana pengalaman baru tentang perjuangan mencari footage dari 'colong-colongan' mengambil take untuk stock shoot hingga cepat untuk berganti footage dan mencari waktu yang pas.

"Semua itu bisa dilakukan meskipun dengan budget dan alat yang alakadarnya, asal punya kemauan dan komitmen untuk menghasilkan sebuah karya yang maksimal. Tentunya maksimal disini maksudnya sesuai dengan apapun yang kita
punya," kata dia.

Ia menambahkan, tidak perlu yang 'wah' tapi bagaimana caranya mengolah supaya terkesan istimewa dengan merelakan waktu, tenaga, dan pikiran karena yang biasa akan jadi luar biasa saat semua punya keiklasan dan dedikasi saat mengerjakannya.


Secara keseluruhan, meski terselesaikan dengan jangka waktu yang relatif singkat namun proses penggarapan video musik dari awal hingga akhir menyisakan cerita menarik dari semua personil PGS, tidak terkecuali Ariya sang drummer yang tidak terlibat secara langsung.