SINGLE bertajuk A.S.A.N.A.W.A dirilis Dabwok sebagai perkenalan Wowok yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis ERWE, Minggu (25/10/2020) lalu. Single tersebut, Wowok berkoloborasi dengan Balance Perdana, seorang beatmaker, produser musik, dan rapper ternama yang tergabung dalam unit hip hop legendaris Jahanam, juga bagian dari Jogja Hip Hop Foundation.

Lagu dengan irawam dub reggae ini mengisahkan ajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana rasa kasih sayangnya kepada seluruh umah manusia, pengorbanannya dalam mengusahakan cinta wujud disetiap hati manusia.

Lagu ini, kata Wowok menceritakan bagaimana ajaran Sang Nabi tersebut dalam membagikan cinta tanpa pandang sekat perbedaan dan wasiat agar selalu merendah. Menurutnya, saat ini sebagian dari kita justru sering lupa dimana kekejaman dibalas dengan kekejaman juga, dan merasa lebih baik dari orang lain.

"Tidak bisa dipungkiri, sekarang banyak dari kita yang mudah marah bila dihina dan bahkan membawa dendam hingga mati, padahal kita mengaku sebagai umat yang menjalani ajarannya," kata Wowok melalui press release yang diterima acarakita.net, Senin (26/10/2020) petang.

Judul A.S.A.N.A.W.A merupakan singkatan dari 'Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari' yang menjadi bait pertama Sholawat yang dilantunkan. Kebanyakan lagu-lagu yang dilantunkan Dabwok memang bertemakan hubungan makhluk dengan Tuhannya.

Wowok mengaku terinspirasi dari ajaran Kanjeng Nabi dan juga guru-guru spiritualnya tentang salah satu dasar agama yang sering terlupa, yakni kemanusiaan. Untuk video musiknya sendiri akan segera dirilis dengan melibatkan warga Dusun Butuh Kaliangkrik (Nepal Van Java) dan para pegiat seni Yogyakarta yang digarap oleh Ganesya Afgandoz selaku sutradara dan produser.

Tanpa menunggu waktu lama, akhir 2020 ini album penuh Dabwok pun akan diluncurkan dimana album perdananya ini akan ada beberapa lagu yang berkolaborasi dengan musisi lintas genre di Yogyakarta.


Wowok dari sosok 'ndugal' bertransformasi menjadi sosok yang taat beragama dan rajin berada di majelis reliji yang sekarang biasa menyebut dengan istilah hijrah. Namun hijrah Wowok tidak seperti umumnya terjadi, karena ia tetap 'ndugal' dan yang pasti tetap aktif bermusik yang menjadi sebagian besar laku kreatifnya sebagai seniman.

Dan Dabwok merupakan bentuk ekspresi, pemikiran, filosofis, serta ungkapan spiritual yang ia rasakan dan ingin ia bagikan kepada khalayak.