EKSPLORASI besar-besar dilakukan Kausa dialbum kedua bertajuk Una In Perpetuum yang dirilis Jumat (9/10/2020) lalu. Sebanyak 10 track dialbum ini memberi sinyal bahwa mereka tidak pernah puas dan tidak ingin terikat pada satu genre, terbukti dengan disuguhkannya musik yang lebih heavy dan jelajah lirik yang lebih berani.

Intonasi vokal yang dipilih juga jauh berbeda dari karakternya diband manapun sang vokalis berada sebelum Kausa. Dari segi lirik juga goresan tulisannya terasa lebih tajam menyentuh semua aspek dalam kehidupan, sedangkan dari gitar terasa terpengaruh oleh nada-nada metal dan postrock.

Melodi-melodi ringan dialbum pertama pelan-pelan ditinggalkan dan mulai menjamah nada-nada yang lebih berat, saling bersautan dengan suara gitar lain. Drum dan bass juga menawarkan nada baru yang tidak sama dengan album pertama, terlebih pada sisi drum. Banyak eksperimen di 10 track album ini, ketukan drum yang sebelumnya tidak dimainkan coba ditumpahkan disini.

"Kami coba bercerita tentang sisi kehidupan, ketidakadilan, bencana, perbudakan, kehidupan, dan optimisme," kata mereka melalui press release yang diterima acarakita.net belum lama ini.

Sebelum album dirilis, Kausa telah merilis teaser single dari album ini yang berjudul Strata Setara dan mereka memutuskan untuk merilis terlebih dahulu single tersebut sebagai sinyal akan hadirnya album full kedua mereka. Sepertinya semua personil mencoba sesuatu yang baru yang lebih menyenangkan yang bisa membuat keterikatan antar mereka lebih kuat.


Menurut mereka, Kausa ingin tetap sebagai satu kesatuan selamanya, seperti judul album ini sendiri Una In Pepertuum.