APABILA nama Suar Nasution sudah dikenal baik sebagai musisi yang menjadi pemeran utama di banyak karya besar Pure Saturday, maka saat ini nama Suar telah bertransformasi menjadi nama band yang ia kepalai dengan menggandeng Yoga Patria untuk menyempurnakan formasinya.

Jumat (12/6/2020) lalu menjadi langkah penting bagi Suar dengan merilis single perdananya yang berjudul Terjadilah. Kerinduan Suar dan Yoga untuk kembali berkarya dimusik dan memperdengarkannya ke masyarakat menjadi tujuan utama mereka ingin kembali aktif.

Perbedaan ekosistem dan cara berpromosi di industri musik pada era saat ini menjadi tantangan baru yang akan mereka hadapi. Langkah kecil namun kuat, sudah mereka persiapkan untuk rencana jangka panjang perjalanan bermusiknya yang baru.

"Lagu ini merupakan karya pembuka untuk karya lagu lainnya yang akan dirilis berikutnya. Semoga bisa mengobati rasa rindu akan karya saya dan bisa meramaikan industri music Indonesia," kata Suar.

Suar kembali penjadi pemeran utama di penulisan lirik karya ini. Sedangkan Yoga memberikan kontribusinya dalam segi elemen instrumen musik dan teknis produksi sebagai produser musik. Lagu yang ditulis pada Oktober 2018 lalu ini bercerita tentang seseorang yang mengenang kisah indah pada masa lalu dan masih membayang hingga saat ini.

Gitar akustik menjadi warna primer diaransemen musik Terjadilah, membuat hal itu menjadi tanda gaya bermusik Suar Nasution yang kental. Namun tambahan elemen instrumen yang lebih moderen, menunjukan bahwa Suar dan Yoga berani untuk berevolusi dan beradaptasi dengan gaya bermusik di era yang berbeda dari era awal mula mereka bermusik.

Suar Nasution mengakui, perubahan atau evolusi band Suar akan dirasakan secara berlahan dikarya berikutnya. Sehingga, lanjut dia pendengar dapat merasakan mata rantai yang selama ini hilang.