TERJEBAK disituasi 'ghosting' membuat Antartick ajak Didiet Violin merilis single baru bertajuk Biru Kelabu. Single tersebut sebagai lanjutan dari Mobil Butut yang kolaborasi dengan Melanie Subono dan Superiots. Melalui single kedua ini pula, Antartick sekaligus memperkenalkan formasi baru dengan masuknya Sandy Adityar sebagai drumer.

Seakan tidak berhenti bereksplorasi, Antartick kali ini memakai konsep berbeda dimana biasanya lagu dinyanyikan oleh Joe sebagai frontman, kali ini dibawakan oleh Helvi sang bassis. Konsep tersebut justru terjadi karena improvisasi atas kesalahan yang tidak disadari pada saat proses rekaman.

"Pasa saat proses workshop, Joe tidak bisa ikut karena hal pendidikan dan membuat Helvi yang menyanyikan untuk membuat guide. Itu justru sesuai dengan range vokal Helvi dimana proses mengubah nada, lupa dilakukan," kata Anang.

Terkait cerita dari lagu tersebut, Anang menjelaskan bahwa ini tentang ketidakpastian sebuah hubungan dimana seseorang merasa nyaman dengan orang lain lalu ia menghilang dengan tiba-tiba. Sampai akhirnya seseorang itu menyerah, mundur dan mulai melupakan. Namun seiring berjalannya waktu dimana perasaan itu sudah luntur, justru ia yang akhirnya balik mengejar dan perasaan itupun tidak bisa seperti dulu lagi.



Melalui lagu ini, Antartick berpesan agar kita selalu aware kepada siapapun disekitar kita. Bukan hanya sebatas perasaan, tapi orang lain di sekitar kita memiliki peran sendiri-sendiri yang secara langsung maupun tidak juga berpengaruh pada kita.