EVENT atau strategi promosi dapat dikatakan berhasil bila penyelenggara memiliki sebuah perhatian khusus melalui media sosial. Tidak jarang dengan banyaknya pengunjung di suatu event menjadi tolak ukur kesuksesan, untuk itu strategi promosi harus diperhitungkan dengan matang.

Beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mempromosikan event bisa disebarkan dalam iklan billboard, iklan di TV, iklan di radio dan lain-lain. Nah, di era millenial strategi media promosi yang bisa diterapkan adalah media sosial. Media sosial sangat luas dan bisa menjangkau segala kalangan melalui Instagram, Twitter, Facebook dan YouTube dapat menjadi media promosi yang berhasil.

Dikutip dari kiostix.com, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mempromosikan event lewat media sosial.

Komunikatif
Biasanya yang paling utama dalam strategi ini harus interaktif dan informatif dalam menyampaikan sebuah pesan. Pihak promotor atau vendor bisa membuat sebuah pendekatan promosi event-nya lewat media sosial. Karena peran media sosial mempermudah terjadinya interaksi secara langsung antara calon pengunjung dan event organizer.

Jadi, ketika Komunikasi yang sering terjadi antar keduanya itu bisa memelihara trending post di media sosial. Setelah menjadi tren di media sosial, lebih mudah terjalinnya kedekatan yang memberikan "gaet" kepada calon pengunjung untuk berpartisipasi ke event-mu.

Contoh komunikatif di media sosial dengan membuat Q&A, meminta pendapat, pelayanan direct message dan menjawab pertanyaan, merupakan cara yang bisa digunakan.

Gunakan Hashtag
Manfaatkan hashtag atau tagar yang sesuai, sederhana dan relevan untuk event yang sedang dijalani. Gunakanlah setiap kali mem-posting konten event, baik melalui akun Twitter, Instagram, Facebook, dan akun media sosial lainnya, bahkan melalui akun pribadi. Dengan begitu akan semakin banyak pengguna media sosial yang mengetahui event-nya. Mohon diperhatikan, penggunaan hashtag yang semakin sering digunakan, akan semakin tersebar luas.

Dalam pengetahuan tentang hashtag agar lebih maksimal, bisa digunakan beberapa bulan sebelum event (pra-event) dilaksanakan. Dengan durasi yang lebih lama cakupan hashtag event akan terus efektif menyebar.

Tujuan menggunakan hashtag:

  • Untuk memudahkan konsumen mencari dengan keyword berdasarkan konsep ataupun kategori yang umum, maupun spesifik (jika mereka sudah aware dengan hastag tertentu).
  • Brand visibility dengan pengelompokan kategori dan konsep. Hal ini diperlukan untuk menambah visibility suatu kampanye oleh brand yang nantinya diharapkan akan berdampak juga ke nama brand tersebut. Ingat bahwa orang tidak hanya share konten saja, tapi mereka juga mencari yang ia butuhkan. Mereka butuh keyword tertentu.
  • Brand bisa berpartisipasi di trend dunia yang semakin mudah dilacak. Dapat dibayangkan ada nama brand kamu di tren dunia, dimana semua orang bisa mengakses dengan mudah.
  • Sales. Jangan lupa memasukkan call to action di dalam setiap post untuk memudahkan pengguna sosial media menghubungimu dengan segera.


Konten Yang Relevan
Bicara soal konten, ini merupakan hal yang paling sensitif untuk menaikan promosi sebuah event. Event organizer berhak menentukan target market yang berisi konten untuk datang ke event. Saat itulah, konten yang berisi informasi dan ajakan saja tak cukup menarik perhatian calon pengunjung. Buatlah ekstra produktif yang mengarah pada edukasi seperti memberi pertanyaan tentang program event, kegiatan sosial, dan masih banyak lagi.

Salah satu contoh keberhasilan menggunakan media sosial dalam membagi konten yang relevan adalah memposting segala hal tentang event. Jangan lupa diikuti dengan hashtag atau tagar, biar lebih menarik. Dengan begitu semakin banyak pula pengguna media sosial yang akan tahu event-nya.

Menanggapi Komentar Dengan Bijak
Dimana ada promosi, pasti mendatangkan feedback yang cukup gerilya untuk mengetahui sebuah informasi event. Berbagai macam tanggapan baik positif maupun negatif akan berdatangan seiring informasi event itu berlangsung. Jadi, maksimalkan sifat pribadi yang diwajibkan dari biasanya. Karena sesungguhnya, netizen di media sosial sangat mempengaruhi nilai sebuah event dan organisasi.

Bila ada sesuatu yang sedang panas dalam kolom komentar, sebaiknya merespon secara defensif dan jangan pernah menghapus komentar negatif kecuali itu tidak pantas atau senonoh (unsur SARA, Pornografi). Dengan membuat komentator atau netizen marah memberikan sinyal buruk terhadap proyek eventmu selanjutnya. Cara meng-cover itu dengan mengalihkan percakapan menggunakan kalimat positif dan mengarah ke citra event-nya.