DUA nama Asia Tenggara, Yella Sky Sound asal Indonesia dan Masia One dari Singapura akan berbagi energi di Rototom Sunsplash, Benicàssim, Spanyol, pada 22 Agustus 2026. Produser-selector dub dan solois Jamaican sound tersebut dijadwalkan tampil bersama di Dub Academy Stage, membawa semangat persatuan kawasan melalui bass, ritme, dan budaya sound system.
Sehari sebelumnya, Jumat (21/8/2026), Masia One juga akan tampil solo di Dancehall Stage, berbagi panggung dengan dua nama istimewa dari skena dancehall global, King Addies dan Lady Leshurr. Kehadirannya di dua panggung berbeda kemudian berpuncak pada kolaborasi bersama Yella Sky Sound, mempertemukan representasi Indonesia dan Singapura di salah satu festival musik Jamaika terbesar di Eropa.
Kami tidak berhenti di Rototom Sunsplash, karena beberapa titik termasuk Valencia dan beberapa wilayah seperti kawasan Galicia, Spanyol Utara akan kami kunjungi," kata Yella Sky dalam keterangan tertulisnya.
Rangkaian ini, lanjut dia menjadi kelanjutan dari misi keduanya dalam memperluas koneksi budaya sound system Asia Tenggara dengan komunitas reggae dan musik independen di berbagai kota di Eropa.
Rototom Sunsplash tahun ini kembali menghadirkan daya lintas generasi lewat Alpha Blondy, The Skatalites, Protoje, Luciano, Major Lazer, Twinkle Brothers, Shenseea, Bushman, Kybba, Mo Ali, Queen Omega, beserta deretan protagonis lainnya. Lineup tersebut mempertegas festival ini sebagai ruang pertemuan global yang menyatukan akar tradisi, perkembangan kontemporer, komunitas, gagasan, serta vibrasi dari berbagai penjuru dunia.
Kiprah internasional keduanya telah berkembang melalui sejumlah panggung global. Yella Sky Sound masuk lineup International Dub Gathering 2025 di Tarragona, Spanyol, sementara Masia One meramaikan Glowball Festival 2026 di Taipei, Taiwan. Jejak tersebut menggambarkan pergerakan pelaku musik kawasan yang semakin aktif membangun koneksi antarwilayah.
Pertemuan mereka bermula pada 2015 ketika Singapura Dub Club milik Masia One menggelar Bintan Dub Club berskala internasional di Pulau Bintan. Hubungan kreatif berlanjut pada 2024 melalui EP “The Global Steppers”, rilisan perayaan satu dekade Yella Sky Sound, dengan Masia One hadir sebagai kolaborator lewat track “Global Warning”.
Penampilan di Benicàssim menjadi babak berikutnya dari perjalanan tersebut, sekaligus membawa semangat kolektif kawasan menuju audiens dunia. Dalam catatan sejarah Indonesia, Dr. Yez dari kolektif asal Jakarta, Fever Soundsystem, telah lebih dahulu tampil di Rototom Sunsplash 2013 pada panggung Ska Club. Kini, perjalanan itu berlanjut melalui pertemuan Yella Sky Sound dan Masia One, dengan solidaritas dan daya musik yang terus bergerak melintasi batas geografis.
Tags
Hot




