Beriklan Murah Disini

Lewat Tertinggal di Banyuwangi, Aksaranata Ceritakan Trauma dan Janji Yang Tak Terselesaikan

LAGU baru berjudul Tertinggal Di Banyuwangi dirilis Aksaranata yang ditulis oleh Jeropoint dan diolah secara merdu oleh kelompok musik yang terdiri dari Kresti, Jeropoint, Arie, Rio, serta Ritchi ini hadir sebagai sebuah narasi melankolis tentang kehilangan, trauma, dan janji yang tak pernah menemukan penyelesaiannya.


Mengambil latar yang terinspirasi dari nuansa magis Banyuwangi, lagu ini menggambarkan sebuah rasa yang tertinggal begitu lama hingga melampaui batas kehidupan dan kematian. Lirik-liriknya menelusuri jejak luka, penyesalan, dan dendam yang terus hidup dalam ingatan, seolah membuat jiwa terombang-ambing di antara dunia nyata dan keabadian.

Di balik atmosfer mistis yang dibangunnya, Tertinggal Di Banyuwangi berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi: keinginan untuk menuntaskan hal-hal yang belum sempat selesai," kata Jeropoint.

Tema tersebut melanjutkan benang merah yang selama ini hadir dalam karya-karya Aksaranata. Lewat Tertinggal Di Banyuwangi, mereka kembali mengajak pendengar menyelami hubungan manusia dengan kehilangan, kematian, dan berbagai kenangan yang terus bertahan bahkan ketika waktu telah berjalan jauh.

Lagu yang didapuk sebagai soundtrack resmi dari film horor Sihir Tanah Kubur produksi MVP Pictures ini telah bisa didengarkan di seluruh platform musik.
Lebih baru Lebih lama

ads

Adidas

ads

RajaBackLink.com

نموذج الاتصال