KOLABORASI apik diperkenalkan solois Kunto Aji dengan Yogyakarta Hadroh Clan (YKHC) dalam sebuah karya bertajuk Rampak Pembebasan yang sudah terdengar disemua digital streaming platform sejak Senin (25/5/2026) lalu. Lagu ini menjadi medium refleksi sekaligus ajakan untuk tetap menjaga kepedulian terhadap isu kemanusiaan yang terus berlangsung diberbagai belahan dunia.
Melalui Rampak Pembebasan, Kunto Aji dan YKHC menghadirkan pertemuan dua pendekatan musikal yang berbeda namun saling melengkapi. karakter vokal Kunto Aji yang hangat dan kontemplatif berpadu dengan energi hadroh modern khas YKHC yang selama ini dikenal menggabungkan unsur sholawat, perkusi tradisional, hingga warna musik kontemporer.
Lagu ini lahir dari proses kreatif yang melibatkan Kunto Aji bersama sebagian personil YKHC, yakni Dabwok, Fauzan, Ardian, Unggry, Alit Jabang Bayi, Doni Saputro, dan Syarifma Alwan. Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Balance Perdana Putra.
Secara tematik, lagu ini berbicara tentang harapan, solidaritas, dan keberanian untuk tetap berpihak pada nilai kemanusiaan," kata Kunto Aji.
Alih-alih hadir sebagai bentuk ceramah atau pernyataan politik, lagu ini coba menyampaikan pesan melalui bahasa musik yang inklusif dan mudah diterima berbagai kalangan.
Menariknya, Rampak Pembebasan juga menjadi pertemuan menarik antara dua ekosistem yang tumbuh di Yogyakarta.
Disatu sisi, terdapat Kunto Aji dengan pendekatan musik pop alternatif yang telah dikenal luas. Di sisi lain, YKHC hadir sebagai kolektif hadroh modern yang belakangan mencuri perhatian melalui eksporasi musikal yang memadukan tradisi, spiritual, dan budaya populer.
Salah satu aspek yang membuat Rampak Pembebasan terasa istimewa adalah hadirnya kolaborasi lintas disiplin yang jarang ditemukan dalam sebuah rilisan musik.
Selain mempertemukan Kunto Aji dan YKHC, lagu ini juga menghadirkan lantunan sholawat yang dibawakan Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Abdul Somad, dan Ustadz Luqmanulhakim pada bagian penutup lagu.
Bukan hadir sebagai sisipan semata, namun lantunan sholawat tersebut menjadi bagian penting dari narasi musikal Rampak Pembebasan.
Kehadiran guru-guru kami itu juga memperkuat nuansa reflektif sekaligus menegaskan pesan harapan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi ruh utama lagu ini," ujar Ganesya mewakili YKHC.
Perpaduan karakter vokal Kunto Aji, energi kolektif YKHC, serta lantunan sholawat dari para ulama tersebut menjadikan Rampak Pembebasan sebagai sebuah karya yang melampaui batas-batas genre. Didalamnya, musik, doa, dan pesan kemanusiaan bertemu dalam satu frekuensi yang sama.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa musik tetap memiliki ruang sebagai medium untuk menyuarakan empati, merawat harapan, sekaligus mempertemukan banyak suara dalam satu frekuensi yang sama.




