TAK perlu waktu lama, Smarai akhirnya rilis debut albumnya berisi 9 lagu berjudul Semai yang dirilis Sabtu (2/5/2026) dibarengi dengan film pendek Optimis yang diambil dari single keduanya. Semai bukan sekadar kumpulan karya, tetapi representasi proses: menanam harapan, merawat luka, menumbuhkan keberanian untuk terus melanjutkan perjalanan hidup lewat sembilan karya lagu.
Pengambilan judul Semai merepresentasikan fase awal pertumbuhan, dimana setiap lagu didalamnya adalah potongan fase kehidupan, pembelajaran, penerimaan, dan optimisme. Menurut mereka, Semai dan Smarai adalah seperti satu kesatuan sebab akibat yang tidak bisa dipisahkan.
Smarai dari kata ‘semarai’ yang berarti tumbuh, berkembang, dan merekah, harus diawali dengan 'Semai' yang mereka maknai sebagai sebuah pijakan atau langkah awal untuk memulai sebuah perjalanan.
Maka setelah kami merilis Ajari Aku, kami melanjutkan perjalanan tersebut dengan album Semai untuk membuka lebih lebar pintu rumah kami, untuk memperkenalkan diri dengan lebih utuh sebagai band baru," kata vokalis Smarai, Dhedot.
Ia menambahkan, juga untuk mewujudkan komitmen bahwa Smarai adalah grup yang serius sejak hari pertama terbentuk. Lagu ciptaan Agib Tanjung yang berjudul Optimis berada pada urutan terakhir di album Semai namun masih fresh dengan aransemennya lebih terasa dibangun secara gradual.
Secara garis besar, Optimis menceritakan momentum krusial yang hampir pernah dirasakan oleh semua orang: mengalami masa-masa sulit, belajar melawan keadaan karena kegagalan, dan pada akhirnya mampu menghadapi semua masalah dengan keberanian.
Menurut Agib Tanjung, sejak awal lirik lagu Optimis memang tidak ia rancang untuk tema spesifik, misalnya seperti percintaan sepasang kekasih, namun lebih kepada masalah umum yang biasa dihadapi banyak orang. Bisa problem personal dan keluarga, masalah karier dan keuangan, hingga masalah sosial yang efeknya selalu berujung pada kesehatan mental.
Selain dibuatkan video klip, Optimis juga film pendek yang masih dipegang oleh Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID), unit kerja kreatif milik Bagoes Kresnawan sendiri dengan pengerjaan film scoring dikerjakan oleh Aza Ardito dan Sasi Kirono.
Pada pengerjaan film pendek kali ini, Bagoes Kresnawan selaku sutradara menerjemahkan Optimis dalam cerita suka duka profesi seorang guru honorer. Video klip sekaligus film pendek Optimis mengangkat cerita tentang seorang guru honorer yang harus bertahan di tengah kerasnya himpitan ekonomi dan rutinitas hidup yang serba terbatas.
Kesehariannya dipenuhi dengan berbagai ujian, mulai dari makan dengan lauk seadanya, konflik adu mulut dengan ibu kos karena tunggakan uang sewa, hingga perjuangan fisik menembus jalanan sulit hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Puncak keputusasaannya memuncak ketika sang istri tak lagi sanggup menahan derita kemiskinan dan memilih pergi meninggalkannya.



