DUA tahun menunda materi karena perubahan warna musik, Maze In Mave akhirnya hadirkan karya baru berjudul Lost yang menjadi titik mulai perjalanan baru. Lagu lama yang diproyeksikan dalam album, harus dibangun ulang dengan warna baru yang lebih dewasa.
Lost lahir dari rasa lelah yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Saat semuanya terasa berat, bising, dan kadang membuat kita ingin menyerah.
Ini bukan lagu yang sok memberi solusi. Kami tidak mencoba jadi pahlawan atau memberi petuah," kata mereka dalam keterangan tertulisnya.
Lagu ini lebih seperti ruang untuk jujur. Untuk mengakui bahwa ada fase dalam hidup ketika kita merasa kosong, marah, kecewa, bahkan lelah dengan diri sendiri.
Bagi mereka, pesannya sederhana, yakni rasa lelah itu nyata, tapi menghancurkan diri bukan jawabannya. Kadang yang perlu dilepaskan bukan hidupnya, melainkan dendam, ego, dan luka yang terus kita bawa kemanapun.
Secara musik, Lost memiliki genre modern rock. Ada bagian yang tenang, ada bagian yang meledak. Gitar dibuat terasa luas, vokal dibiarkan jujur tanpa terlalu banyak polesan. Kami ingin lagu ini terasa, bukan sekadar terdengar.
Lost adalah langkah awal setelah dua tahun diam. Arahnya jelas, mereka ingin terus mengeksplorasi emosi manusia dengan cara yang apa adanya tanpa dibuat-buat, tanpa topeng.



