SETELAH terakhir manggung pada September 2025 lalu dan Onad menjalani rehabilitasi selama 3 bulan, Killing Me Inside Re:union langsung tancap gas dengan single terbaru berjudul Senyawa dan Candu yang berbeda dengan karya-karya mereka sebelumnya.
Senyawa dan Candu diciptakan oleh Onad saat dirinya tengah direhabilitasi yang punya kisah sangat personal bagi pemilik nama lengkap Onadio Leonardo tersebut. Onad menyebutkan bahwa ini merupakan bentuk penyesalan terbesarnya karena membuat kesalahan fatal, dan saat rehabilitasi ia tidak mengetahui mau berbuat apa yang akhirnya kembali menulis lagu.
Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It's all about me," kata dia.
Dari segi musik, penggarapan lagu ini dibantu Raka, Sansan, dan Rudye, eks personel yang juga masih turut membantu Killing Me Inside Re:union. Onad mengaku rekan band lain langsung menerima karyanya yang cukup beda dari lagu-lagunya sebelumnya.
Lewat single Senyawa dan Candu juga Killing Me Inside Re:union memperkenalkan era baru mereka. Akhirnya setelah bertahun-tahun, bisa kembali mendengar lagu Killing Me Inside Re:union dengan Bahasa Indonesia. Trio ini juga memperkenalkan gaya musik baru yang lebih pop dan visual yang lebih cheerful.
Onad, Sansan, dan Raka tidak hanya berhenti di Senyawa dan Candu, karena dikabarkan banyak rencana di 2026 ini yang patut ditunggu, salah satunya mengeluarkan Extended Play (EP) yang menjadi prioritas.



