MEMASUKI dua dekade, The Upstairs memilih cara sederhana merayakannya dengan merilis ulang lagu Satelit yang sudah tersedia di semua gerai musik digital. Bagi vokalis Jimi Multhazam, Satelit bukan sekadar lagu lama yang dibangkitkan, melainkan penanda personal dari titik perubahan dalam caranya menulis lirik.
Jimi mulai memandang penulisan sebagai semacam teater di kepala: menyusun adegan, membentuk ruang, menghadirkan narasi, dan rasa sinematik. Dari sanalah ia merasa memasuki babak baru sebagai penulis, dan Satelit menjadi simbol dari fase itu.
Satelit jadi titik itu buat gue, pencapaian lirik yang paling berarti," kata dia.
Lagu ini pertama kali muncul di album Energy (2006) — masa ketika The Upstairs sedang berada di puncak euforia disko dan new wave. Hampir dua dekade kemudian, Satelit kembali dibaca dengan napas berbeda. Adalah Rian Ajhi, drummer The Upstairs, yang menghidupkannya kembali dalam wujud lagu electronic dance berdenyut modern.
Ia banyak bereksperimen dengan sampling sound yang diolah lalu dipadukan dengan tekstur analog. Dari sini lahirlah versi Satelit yang memompa, tapi tetap hangat. Futuristik, tapi masih punya jejak nostalgia.
Tak berhenti disitu, The Upstairs juga telah menyiapkan Satelit dalam versi lainnya: akustik bernuansa chamber. Mereka menyebutnya Satelit (V.2). Versi ini berawal dari permainan Jimi di studio, yang kemudian dikembangkan oleh sang keyboardist, Gabby Miranda.
Ia menciptakan ruang baru di dalam lagu lama, menjadikannya lebih intim dan melankolis tanpa kehilangan karakter aslinya. Menurut Jimi, dua versi ini mencerminkan kepribadian musik para personel yang berbeda namun saling melengkapi.

.jpg)

