DALAM rangka memperingati ulang tahun ke-8, Mexolie Hotel Kebumen menggelar rangkaian kegiatan konservasi lingkungan bertajuk Mageri Segoro & Sea Turtle Conservation. Program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif hotel yang sebelumnya berfokus pada pelestarian lingkungan dengan melibatkan partisipasi tamu dan komunitas sekitar.
Melalui kampanye #CheckInforChange, Mexolie Hotel Kebumen menyisihkan IDR 2.000 dari setiap malam kamar yang terjual selama periode kampanye hingga akhir September 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung kegiatan pelestarian pesisir, termasuk penanaman cemara pantai dan pelepasan tukik bersama komunitas konservasi lokal.
Kebumen merupakan salah satu wilayah pesisir selatan Jawa yang menghadapi ancaman abrasi cukup serius.
Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa rata-rata garis pantai di pesisir selatan Jawa berkurang 1–2 meter per tahun, dengan beberapa titik di Kebumen mengalami abrasi lebih parah akibat gelombang Samudera Hindia dan perubahan penggunaan lahan.
Kondisi ini tidak hanya mengancam permukiman pesisir, tetapi juga menurunkan potensi ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil laut.
Penanaman pohon cemara pantai (Casuarina equisetifolia) menjadi salah satu upaya mitigasi, karena akar pohon ini mampu menstabilkan pasir, mengurangi erosi, serta memperkuat garis pantai dalam jangka panjang.
Selain abrasi, ancaman terhadap populasi penyu juga menjadi perhatian. Indonesia merupakan habitat bagi 6 dari 7 spesies penyu dunia, seluruhnya masuk kategori terancam punah (IUCN).
Pelepasan tukik yang dilakukan bersama komunitas konservasi di Kebumen bertujuan meningkatkan peluang hidup penyu pada fase awal kehidupannya, di mana secara alami hanya 1 dari 1.000 tukik yang mampu bertahan hingga dewasa.
Program konservasi ini tidak hanya mendukung keberlangsungan ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekowisata edukatif yang memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat pesisir.
Ulang tahun ke-8 ini menjadi momentum bagi Mexolie Hotel Kebumen untuk menegaskan kembali komitmen kami terhadap lingkungan dan komunitas," kata Genera manager Mexolie Hotel, Setiawan Hadi Prasetyo.
Pihaknya percaya bahwa keberadaan hotel harus memberikan dampak nyata, sehingga tamu tidak hanya menginap, tetapi juga ikut serta menjaga kelestarian alam sekitar.
Kegiatan ini melanjutkan program Mexolie dan Liberta Hotels International sebelumnya, seperti pengelolaan sampah nol limbah dengan maggot, lokakarya sampah plastik, hingga aksi bersih kota di Yogyakarta. Dengan demikian, hotel berupaya menjadikan setiap kegiatan perayaan bukan sekadar seremoni, melainkan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan.


