Pelarian Vintonic Di Lagu Come Away Dengan Unsur Japanese City Pop


PELARIAN dari kerasnya kehidupan melampaui alam mimpi dan kenangan dengan jatuh cinta kepada seorang sosok yang sangat spesial diceritakan Vintonic di single terbarunya berjudul Come Away. Lelah terhadap realita hidup yang pahit pun menjadi pelengkap dari single tersebut.

Dalam proses penulisan lagu ini, Vintonic berkhayal menjadi seorang musisi jepang yang tidak fasih berbahasa Inggris. Sehingga dalam penulisan liriknya, terdapat unsur estetika yang serupa dengan cara pemakaian Bahasa Inggris pada musik Japanese City Pop.

Konsep dari suara drum dilagu ini memiliki direksi yang lebih meriah dan experimental seperti musik jazz fusion, berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya," kata Vintonic.

Dengan arahan tersebut, Vintonic kembali berkolaborasi dengan Dimas Pradipta yang merupakan drummer ternama dan kerap kali berkolaborasi dengan musisi Jazz tanah air seperti Barry Likumahuwa dan Indra Lesmana, sehingga ia sudah tidak asing lagi dengan aliran musik ini.


Adanya saran untuk memadukan suara perempuan direalisasikan dengan bantuan dari Sade Susanto pada vokal latar. Harmonisasi vokal Nicho dan Sade memberikan warna yang lebih halus dan unik, terlebih juga kolaborasi tersebut memberikan pernak-pernik pada beberapa baik dengan adil khas R&Bnya.

Lagu tersebut juga sebuah statement untuk para pendengar setianya bahwa Vintonic tidak melupakan genre yang membawanya hingga saat ini, yakni citypop dan pop kreatif. Dengan adanya elemen seperti gitar yang funky, synthesizer digital 80-an, ditambah dengan solo gitar yang eksentrik dari Ravin, Vintonic membuktikan sebuah kesatuan tema dari karya pertama mereka.
Copyright © Acarakita Indonesia. Designed by OddThemes