UNIT ska-core veteran tanah air, Waiting Room dikabarkan kembali rilis ulang album debutnya pada Jumat (25/9/2020) lalu. Album debutnya yang dilepas pertengahan 1997 tersebut direpackage dalam format kaset dan CD oleh Sabda Nada Records.

Diskografi penuh beberapa album Waiting Room diantaranya Waiting Room – 1997 yang didistribusikan oleh Tropic Records, Propaganda - 1999 dan Music - 2001 yang diproduksi oleh Independent Records/POPS MUSIK (Sub Label dari Aquarius Musikindo) akan tersedia di berbagai layanan music streaming oleh Aquarius Musikindo (AQM).

Album debut Waiting Room sendiri merupakan album fenomenal pada era ledakan pertama gelombang band independen di pertengahan dekade 90an. Diproduksi secara mandiri -baik biaya maupun teknis- oleh personil band, album debut ini mendokumentasikan fase perjalanan karir Waiting Room di saat membawakan konsep Ska, Hardore dan Punk.

Band yang terbentuk pada 1994 ini pada awalnya menawarkan konsep cover tribute Fugazi (grup Post Hardcore asal Washington DC). Lalu pada perkembangannya, bermutasi menjadi band Ska dengan mengambil pengaruh dari The Mighty Mighty Bosstones, Operation Ivy, Murphy's Law, Madness dan The Specials.

Tidak puas hanya membawakan lagu cover, Waiting Room akhirnya menulis materi lagu sendiri yang berhasil direkam dalam debut album tersebut. Direkam di CMC studio di Jl.Dr. Saharjo Jakarta Selatan oleh personil yang saat itu beranggotakan Eka Annash (vocal), Lukman Laksmana (vocal), Irfanno Muhammad (gitar), Ivan ‘Ibob’ Riayatsyah (bass), Albert Kurniawan (gitar) dan Chandra ‘Ican’ Krisna (drum).

Proses rekaman dilakukan selama kurun waktu sekitar 6 bulan dari pertengahan 1996 hingga awal 1997 secara analaog menggunakan pita reel 3,5 inchi. Dengan segala keterbatasan dan tanpa bantuan produser, album ini merupakan pengalaman rekaman profesional pertama untuk semua personil yang masih junior dan amatir.

Di tengah proses rekaman, gitaris Albert harus meninggalkan band untuk studi ke Amerika dan digantikan oleh Juan Rosyid. Album debut ini akhirnya dilepas pertengahan 1997 dalam format kaset dan menjadikan Waiting Room sebagai band Ska lokal pertama yang resmi merilis album.

Desain album adalah hasil karya dari seniman Motulz, termasuk membuat ilustrasi kartun ikonik Buaya yang menjadi cover sampul album sehingga disebut album 'Buayaska' oleh penggemar, walaupun secara resmi hanya bertitel Waiting Room, sedangkan layout desain oleh Arian 13 yang saat itu masih menjabat sebagai vokalis Puppen, band Hardcore seminal asal Bandung.

Atas rekomendasi rekan dari Puppen, album ini juga didistribusikan oleh label asal Bandung Tropic Records dan berhasil terjual sekitar 10 ribu kopi. Waiting Room menjadi salah satu band pionir yang memulai gerakan independen di pertengahan 90an bersama nama legendaris lain seperti PAS, Pure Saturday, Pestol Aer, Puppen, Cherry Bombshell, Burger Kill, Koil dan lainnya.

Deretan nama tersebut aktif menjelajah panggung underground dan pensi sepanjang dekade 90an mulai dari Poster Café Jkt, GOR Saparua Bandung dan lainnya. Akhirnya, genre Ska meledak dan menjadi industri musik tanah air yang dibawakan oleh band seperti Tipe-X, Jun Fan Gung Foo, Purpose, Gallery, dan banyak lagi.

Waiting Room sempat merilis dua album setelahnya yakni Propaganda pada 1999 dan Music 2001 bersama label Independent Records yang bereksperimen dengan Funk, Jazz, Hip-Hop dan Pop sebelum akhirnya membubarkan diri di awal tahun 2003. Sempat melakukan reuni pada akhir 2013 dengan tampil di Rolling Stone Cafe dengan kembali membawa konsep cover tribute Fugazi.


Hingga akhirnya di akhir tahun 2019 lalu, dalam rangka perilisan katalog penuh album-album dibawah naungan Aquarius Musikindo via layanan streaming membangunkan kembali aktifitas band. Lalu diputuskan untuk merilis ulang album debut 'Buayaska' yang sempat lama hilang.

Album debut Waiting Room akan dirilis dalam format kaset dan digital pada Jumat (25/9/2020) lalu dan untuk pertama kalinya dirilis dalam format CD di awal Oktober 2020. Sedangkan katalog penuh kedua album lainnya akan tersedia di berbagai layanan music streaming online di akhir tahun ini.