KETIKA sebagian orang ingin bercengkerama tanpa terganggu dengan bisingnya musik yang sedang dibawakan oleh performer di sebuah kedai kopi menjadi peluang bagi tim Swarasunyi dengan gelaran bertajuk Rame-rame Minim Suara (Ramisu) yang sudah kesekian kalinya digelar.

Kali ini Roemah Coffee Eatery & Hub yang berada di bilangan Margonda Raya dipilih menjadi tempat penyelenggaraan Ramisu dengan menghadirkan beberapa performer, tentu saja penampilan dari para performer tidak mengganggu dari pengunjung kedai kopi tersebut yang sebenarnya ingin datang tanpa mendengarkan live music.

Fitra Abimanyu yang membuka gelaran sebagai master of ceremony (MC) menjelaskan campaign yang dilakukan Swarasunyi dengan acara Ramisu ini. Salah satunya dengan anti polusi suara yang digalangkan, yakni dengan ramainya acara dengan berbagai suara namun tetap tidak mengganggu aktifitas lain.

"Kita bermain musik tapi tidak mengganggu pengunjung disana yang sedang asyik ngobrol. Begitu sebaliknya, disana ramai sekali ngobrolnya tapi kita tetap bisa mendengarkan live music yang ada," kata Fitra dari atas stage.

Penampil pertama akhirnya naik panggung, yakni Anindtyo. Pria asal Bogor tersebut bawakan karya sendiri di album Extended Play (EP) yang terdengar asyik untuk dinikmati, bahkan ia mengakui bahwa salah satu lagunya tersebut cocok bila dinikmati dikala hujan.

Beberapa karya yang ia bawakan ada Anak Lelaki, Isi Sanubari, Sepertiga, dan Lebih Dari Pagi yang terdapat dalam albumnya bertajuk Taswir.

Selanjutnya, gadis asal Jakarta pemilik nama Sekaranggi menunjukan performanya. Lantunan folk dengan gaya yang simpel dan terlihat melow membuat sebagian pengunjung yang menggunakan headphone sebagai media mendengar lagu yang dibawakan sangat menikmati.

Beberapa pengunjung bahkan ada yang langsung mencari lagunya di aplikasi spotify untuk lebih menikmati lagunya tersebut. Penampilan dari Sekaranggi di gelaran Ramisu merupakan yang kedua kalinya, untuk yang pertama Sekaranggi turut serta bersama Swarasunyi saat berkunjung ke Semarang sekaligus promo single saat itu.

Pada gelaran kali ini, Sekaranggi hanya membawakan empat lagu namun tetap mampu membuat pengunjung merasa nyaman dengan performanya tersebut. Dimulai dengan Be(lie)ve dilanjutkan dengan More Than a Lover, Don't Wanna Say Goodbye, dan ditutup dengan Kiss Me Slowly.

Sebagai penampil terakhir, Jemson yang jauh dari Malaysia turut andil dalam pertunjukan dengan lima lagu yang mereka bawa dari negeri Jiran. Dimulai dengan lagu Rock N Roll Sampai Mati berlanjut dengan Pape Saje, kemudian Lagu Paling Kecewa Di Dalam Dunia, lalu Fan Boy, dan ditutup dengan Sakit Hati.

Pertunjukan dari Jemson mendapat apresiasi lebih saat diakhir pertunjukan membagikan disc berisikan single dari vokalis mereka bertajuk Laungkan Suara yang dirilis oleh Oh Centaku Records. Myo sang vokalis berharap single tersebut dapat diterima para penikmat musik di Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

"Saya berharap bisa berkunjung lagi selama beberapa waktu di Indonesia. Dulu pernah selama kurang lebih 40 hari tapi bukan tentang musik, jadi selanjutnya saya ingin kembali dengan musik yang saya bawa," kata Myo saat berbincang dengan acarakita.web.id sebelum tampil.

Akhirnya acara Ramisu di Roemah Coffee Eatery & Hub berakhir sekitar kurang lebih pukul 23.00 waktu setempat. Usai acara, hampir semua performer tidak lantas meninggalkan tempat pertunjukan, mereka bercerita banyak hal termasuk tentang campaign yang dilakukan tim Swarasunyi yang menurut mereka menjadi hal yang unik dan pantas mendapat apresiasi lebih.















Berbagai rencana lantas disepakati beberapa pihak yang terlibat dalam gelaran Ramisu yang diharapkan dapat terealisasi setelah ini. Tentu saja dengan keterlibatan acarakita.web.id sebagai salah satu media event terbesar di Indonesia.