UNTUK kesekian kalinya gelaran Voicehell digelar dan Sabtu (14/12/2019) lalu di Andang Pangrenan kembali dengan menghadirkan Jasad sebagai pemuncak acara. Tidak tanggung-tanggung, dua panggung dihadirkan dengan puluhan line-up saling mengisi dengan berbagai genre.

Tidak hanya metal yang menjadi bagian dari hajatan akbar ini. Karena ada juga hiphop, indie pop, hingga reggae yang menjadi pilihan kedua panggung tersebut. Meski sempat terlambat dan tidak sesuai rundown awal, tidak membuat pertunjukan berantakan.

Beberapa band pengisi yang dijadwalkan tampil sebelum break dzuhur pun akhirnya menunjukan aksinya yang terbagi di panggung voice dan panggung hell. Penonton sepertinya mengerti akan keterlambatan performer masing-masing panggung. Hal itu bisa dilihat dari mereka yang mulai hadir usai waktu dzuhur secara rombongan, belum lagi yang masih menunggu di area luar tempat pertunjukan.

Harga tiket sebesar Rp 30.000 yang dapat dibeli saat waktu pertunjukan pun satu persatu mulai dibeli, nampak juga dari penonton yang sudah membeli sebesar Rp 20.000 untuk pembelian presale. Mereka mulai menempati spot yang nyaman untuk menyaksikan Go To Toilet di panggung Voice, dan Holygrave di panggung Hell.

Secara bergantian panggung Voice diisi oleh Inisiator, Dracul, Los Lungalos, LDX3, LPLC, dan Latahzan. Sementara panggung Hell yang dikawal oleh Dena diisi oleh Jack Blue, The Pria Idaman, Pro Monkey, Knuckle Bones, Scream In Bubble, 5678 Thinks, dan Bunker.

Anunk Soemargo featuring Robuska yang dijadwalkan tampil di panggung Hell akhirnya pindah ke panggung Voice dan puluhan penonton yang sudah datang pun memadati crowd untuk berdansa mengikuti beberapa lagu reggae yang dibawakannya.

Exitence Place, Lost The Town, Ejakulasi, Shanssystem, dan Tutup Botol secara bergantian mengisi panggung Voice hingga break ashar. Tidak lama dilanjutkan dengan Fatal Genetica, Over Suck, Rusaliar, Chais Squad, Bumble Bee, Crucial Point, Full Time Skin, dan ditutup dengan The Alibi.

Di panggung Hell menghadirkan sederet musisi yang tidak kalah hebat yakni Evil Circle, Sick Brain, dan Deadly Weapon hingga break ashar. Grausig, Jayco, Turtle Jr, Annabelle, Fly Away, dan Modern Guns menutup pertunjukan saat break maghrib yang diguyur hujan.

Agnostica dan Getar tampil disela break isya, lalu semakin memanas dengan penampilan unit Javanesse black metal Santet, Eternal Desolator dengan deathcorenya, Pernicious Hate yang tetap dengan kampanye terhadap bahayanya penyakit kelamin, pasukan muda pop punk Polkadots, dan juga Burning Dog.

Yang ditunggu akhirnya tiba yakni Jasad dengan diawali lagu Rediamaton, dilanjutkan Precious Moment To Die, Pancamakara, Raking The Weak, Bayu Sabda Hedap, Liman Soka, dan ditutup dengan Siliwangi. Penampilan band asal Bandung ini merupakan kali kesekiannya ke Purwokerto, namun tetap menjadi magnet bagi metalhead serta Superfriend Purwokerto dan sekitarnya. Usai lagu terakhir pun tetap disambut antusias penonton, dan tidak sedikit yang ingin bertemu dengan Manjasad hanya sekedar ingin berfoto.

Dengan berakhirnya penampilan Jasad, berakhir juga Voicehell tahun ini dan Aldiz selaku pendiri dari Voicehell memastikan bahwa tahun-tahun selanjutnya akan terus ada untuk berkembangan skena musik Purwokerto pada khususnya. "Pasti akan ada lagi, tunggu saja," katanya kepada acarakita.web.id belum lama ini.







Untuk gelaran selanjutnya, dipastikan acarakita.web.id juga akan menjadi partner media dimana preview dan review dari event berkualitas akan ada didalamnya.