ACARA bertajuk Konangan Concert dari sang maestro Didi Kempot benar-benar membuat ambyar para Sobat Ambyar di Livespace, SCBD Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019) malam. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 2500 penonton bahkan terhanyut dan turut serta menyanyikan beberapa lagu hits milik penyanyi 52 tahun ini.

Tidak hanya penggemar seusia Didi Kempot saja yang menikmati pertunjukan, bahkan kaum milenial pun tidak mau kalah 'ambyar' dibandingkan generasi terdahulunya. Hal tersebut membuat tempat pertunjukan penuh sesak dan hampir tidak ada ruang gerak di hall untuk berdendang bareng The Godfather of Broken Heart.

Pertunjukan dibuka sekitar pukul 20.00 waktu setempat dengan penampilan dari Feel Koplo yang dipastikan mampu memanaskan sebelum performa dari Didi Kempot. Set panggung megah dengan pencahayaan modern berubah suasana saat empat penari memasuki panggung yang diiringi musik Jawa, dan saat itulah Didi Kempot tampil.

Panggung mendadak berubah seperti di pelataran candi dan persawahan. Seruan yang disambut tepuk tangan riuh terdengar begitu lagu Sewu Kutho dibawakan Didi Kempot membuka penampilannya.

Didi sempat bingung harus menggunakan bahasa apa untuk berkomunikasi dengan para penonton. Diselingi cekikikan, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu mengatakan bahwa antusiasme penonton sangat hebat. "Sekarang mau minta lagu apa? Banyu Langit?" katanya dari atas panggung.

Bagi Didi, arti konangan yang jadi tajuk konsernya sangat dalam. Konangan adalah kosakata bahasa Jawa yang berarti ketahuan. "Nah, konangan merepresentasikan mengapa saya di usia sekarang, 52 tahun baru konangan dengan kalian. Saya waktu usia 22 tahun, kalian ke mana?" kata Didi, lantas tertawa.


Total ada sebelas lagu yang dibawakan. Beberapa musisi diajak berkolaborasi di atas panggung. Diantaranya, Cita Citata dan Sisca, anggota Tim J JKT48.

Sisca tampak cantik dengan balutan wardrobe warna cokelat. Dia berani keluar dari warna musik JKT48. Suaranya menghidupkan lagu yang berjudul Suket Teki. "Ayo bikin ambyar Sobat Ambyar," ujar Sisca. Mulai lagu Sewu Kutho sampai Suket Teki, aransemen lagu tidak banyak diubah. Tabuhan gendang hingga seruling sebagai identitas Didi Kempot tetap dipertahankan.