MUSISI dan produser muda, Irzhal Efadh kembali membawa pendengarnya ke dunia penuh kejujuran brutal dan rasa yang tak pernah selesai lewat single terbarunya berjudul Stay. Track indie pop / pop alternative ini menghadirkan ketegangan manis antara friendship dan falling in love, perasaan yang ditahan terlalu lama sampai akhirnya tumpah meski pelan.
Single ini menjadi rilis kedua di Januari 2026 menuju EP (Extended Play) Pink yang bila sesuai rencana akan dirilis Oktober 2026 mendatang, bagian dari trilogi proyek yang akan berujung pada album penuh di 2027. Tahun ini, Irzhal memilih jalur rilis 'eksplosif' dengan menyiapkan deretan single yang makin menguatkan posisinya sebagai salah satu suara paling segar di ranah indie pop Indonesia.
Ini bukan lagu cinta biasa. Aku banyak melakukan kesalahan dalam hidup dan percintaan, tapi di satu titik itu ada orang yang tetap menerima kebodohanku. I'm sinner but i'm her favorite boy," kata Irzhal.
Stay, lanjut dia adalah tentang momen rapuh tersebut ketika kamu hanya bisa berharap dia tidak mendorongmu terlalu jauh. Meski datang dari kota sekunder, ambisinya besar dan baginya bisa menyelesaikan dan merilis lagu jadi privilese.
Dari sisi produksi, Iqbal Nuriana (Pendarra) hadir sebagai bass player yang memberi napas lembut namun groovy dibalik keintiman liriknya. Sementara itu, Irzhal sendiri sedang memasuki fase pendalaman mixing di 2025–2026, menjadikan Stay sebagai ruang latihan sekaligus arena eksperimen paling jujur.
Namun inti emosional lagu ini tumbuh dari sesuatu yang jauh lebih pribadi. Stay adalah pengakuan yang ditahan lama, tentang dua orang yang sudah bertahun-tahun jadi teman, sampai satu pihak jatuh lebih dalam—dan takut menghancurkan segalanya.
Lirik seperti we’ve been friends for a couple years but suddenly I feel that I’m in love with you... i don’t know how to let you know that i want you to be my lover, baby mengungkapkan kerentanan yang polos, hampir seperti bisikan yang akhirnya berani keluar ke udara.

.jpg)

