Beriklan Murah Disini

Buitenstage Vol. 5 Beri Ruang Eksplorasi Penuh bagi Musisi Lintas Kota

GELARAN musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis (9/4/2026) malam di Kopi Wangsa Bogor. Ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Babak baru Buitenstage pada edisi kali inu ditandai dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi penampil.


Tepat pukul 21.15 WIB, duo
master of cremony (MC) Ogi dan Qenny Boleh Music membuka acara dengan antusias tinggi. Tanpa membuang waktu, paggung diserahkan kepada unit pop-punk tuan rumah, Brokenscene yang baru saja merilis single. Brokenscene langsung panaskan panggung dengan We're Friends Anyway dari Extended Play (EP) perdana mereka yang dirilis 2024 lalu.

Estafet energi berlanjut melalui Catastrophic Love, Lost Interest, hingga Someday (The Sun You Run Into). Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar At Least I Don't Hate You yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.

Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang, dan Dinikmati Saja.

Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, Tenanglah di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.

Unit alternatif asal Bandung, RANGR menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu Perih, RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.

Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu Walau Ku Mencoba dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka I’m In Pain yang baru saja dirilis.


Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas
Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.

Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung," kata salah satu penggagas Buitenstage, Nanang Yuswanto.

Dengan hanya tiga band, lanjut dia, pada penampil tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 hinggs 5 band dalam satu edisi.


Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media. 
Konsep dasar Buitenstage, kata dia menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik.

Pihaknya ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya.

Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, dimana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.
Lebih baru Lebih lama

ads

Adidas

ads

نموذج الاتصال