BILA ada perasaan yang sama-sama disepakati dan dirasakan, mungkin 'saatnya kembali' menjadi yang pas oleh trio kakak beradik TheOvertunes yang mengawalinya dengan Sampai Kapan? sebagai awal perjalanan di era baru ini dengan dengan sebuah pertanyaan dan teguran yang tegas untuk diri mereka sendiri.
Band yang beranggotakan Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle sempat mengambil beberapa waktu untuk berintrospeksi, yang akhirnya lirik Sampai Kapan? hadir dengan alami.
Mereka bahkan mengaku, saat sesi menulis rasanya 'plong' seolah berhasil mengungkapkan perasaan yang lama dipendam, dan mengacu pada lirik yang banyak menceritakan tentang mati rasa dan hilangnya rasa ingin menjalani hari dengan sepenuhnya, seolah mati segan hidup tak mau.
Hidup yang kita inginkan memang harus kita perjuangkan, ada masa di mana kita mungkin masing-masingnya pernah merasakan itu," kata mereka dalam keterangan medianya.
Lagu yang dimulai dari chorus yang ramai ini diracik seperti tamparan yang dingin, namun dibalut dengan pelukan hangat di dalamnya. Progresi chord yang dominan minor bergandengan erat dengan cerita berada di ambang putus asa dalam lirik, 'Sampai kapan bersuka tersenyum pura-pura? Terlalu lama diam, tunggu kematian'.
Namun, alih-alih penuh dengan amarah, lirik itu dinyanyikan dengan melodi yang riang secara beramai-ramai, seperti memberikan dorongan untuk bersemangat. Sampai Kapan? adalah bentuk dari cinta yang bukan sekadar menerima hingga pasrah pada keadaan, sebaliknya menggambarkan cinta yang mau mengulurkan tangan untuk mengajak bangkit kembali.
Memasuki era baru ini, TheOvertunes juga secara intensional memberikan elemen-elemen yang baru pula. Dimulai dari sesi menulis yang dilakukan secara kolektif dengan musisi-musisi lain, sampai rekaman vokal dengan tambahan vokal latar yang ramai.
Akhirnya, terciptalah suasana perayaan yang dibalut kehangatan tanpa meninggalkan kekhasan TheOvertunes yang identik dengan gitar akustik serta lirik yang berakar pada kata hati penulis.
TheOvertunes juga akan segera melanjutkan perjalanan era barunya dengan rilisan-rilisan lainnya di tahun ini. Antisipasikan lagu-lagu lain yang juga penuh introspeksi, merayakan hidup, dan menjalani setiap detik dalam hidup dengan sepenuh-penuhnya.



